Indonesia Pertama Kali "Vote No" di R2P Pencegahan Genosida, Apa Artinya?

Kompas.com - 07/06/2021, 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya Indonesia vote no dalam resolusi Responsibility to Protect (R2P) di Sidang Umum PBB, Selasa (18/5/2021).

Keputusan Indonesia itu menjadi kontroversi, lantaran R2P adalah prinsip dan kesepakatan internasional, yang bertujuan mencegah genosida, kejahatan perang, pemusnahan etnis, dan kejahatan terhadap kemanusiaan lainnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com sempat menerangkan, ada tiga pertimbangan Indonesia melakukan penolakan.

Baca juga: Indonesia Tolak Resolusi Pencegahan Genosida dalam Sidang Umum PBB

  1. Tidak perlu membentuk mata agenda baru, karena selama ini pembahasan R2P di UNGA (Sidang Majelis Umum/SMU PBB) sudah berjalan dan penyusunan laporan Sekjen selalu dapat dilaksanakan.
  2. Pembahasan R2P oleh SMU PBB selalu dapat dilaksanakan dan sudah ada mata agendanya yaitu follow up to outcome of millenium summit.
  3. Konsep R2P juga sudah jelas tertulis di Resolusi 60/1 (2005 World Summit Outcome Document), paragraf 138-139.

Namun Centre for Strategic and International Studies atau CSIS Indonesia merasa, pandangan demikian harus diluruskan.

"Dari penjelasan teman-teman di Kemlu adalah ada tiga hal, yang pertama ini dikatakan vote no terhadap procedural resolution. Itu pandangan mereka pertama," ujar CSIS dalam press briefing kepada Kompas.com, Senin (7/6/2021).

Dengan demikian, CSIS menambahkan, Indonesia vote no terhadap hal yang sifatnya prosedural.

"Ini dianggap satu hal yang tidak perlu, karena Indonesia juga sudah aktif di dalam pertemuan-pertemuan yang sifatnya informal di GA (Sidang Umum) yang membahas R2P."

Baca juga: 3 Pertimbangan Indonesia Tolak R2P dan Pencegahan Genosida di Sidang Umum PBB

"Yang kedua adalah penjelasan bahwa Indonesia punya keengganan tersendiri untuk menjadikan R2P sebagai permanent agenda, karena dianggap R2P ini masih immature. Jadi ada semacam kekhawatiran atau cautiousness dari Indonesia sendiri."

"Yang ketiga, justifikasinya adalah ini digadang sebagai perwujudan atau manifestasi dari free and active policy-nya Indonesia."

CSIS kemudian merasa pandangan demikian harus diluruskan, sebab ini baru pertama kalinya Indonesia berkata tidak pada R2P. Biasanya posisinya adalah abstain.

"Dan bahkan di dalam statement-statement sebelumnya kalau saya tidak salah ingat di tahun 2018 itu Indonesia sangat positif terhadap R2P," tambah Dr Bhatara Ibnu Reza yang menjadi salah satu pembicara webinar CSIS, “Indonesia and R2P: Rectifying the Logical Fallacies"

Di ASEAN Indonesia satu-satunya negara yang vote no.

Baca juga: Apa Itu R2P yang Ditolak Indonesia dan Ramai di Medsos?

Negara-negara lain yang menolak resolusi tersebut adalah Korea Utara, Kirgistan, Nikaragua, Zimbabwe, Venezuela, Indonesia, Burundi, Belarus, Eritrea, Bolivia, Rusia, China, Mesir, Kuba, dan Suriah.

Akan tetapi resolusi R2P akhirnya diadopsi dengan 115 negara memberikan dukungan, 28 negara abstain, dan 15 negara menolaknya.

Dengan diadopsinya resolusi R2P, negara-negara anggota PBB memutuskan untuk memasukkannya dalam agenda tahunan Majelis Umum PBB.

Selain itu, R2P secara resmi meminta agar Sekretaris Jenderal PBB melaporkan topik tersebut setiap tahun.

Baca juga: Indonesia Tolak R2P dan Pencegahan Genosida di Sidang Umum PBB, Ini Tanggapan Ahli

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

USS Samuel B Roberts, Kapal Karam Terdalam di Dunia Akhirnya Terlihat dalam Peristirahatan Terakhirnya

USS Samuel B Roberts, Kapal Karam Terdalam di Dunia Akhirnya Terlihat dalam Peristirahatan Terakhirnya

Global
Pria Ini Bisa Konsumsi 1 Liter Soda dalam 1 Menit, Pecahkan Rekor Dunia

Pria Ini Bisa Konsumsi 1 Liter Soda dalam 1 Menit, Pecahkan Rekor Dunia

Global
Dampak Pemangkasan Gas Rusia ke Eropa, Apakah Jerman Akan Kembali Gunakan Pembangkit Nuklir?

Dampak Pemangkasan Gas Rusia ke Eropa, Apakah Jerman Akan Kembali Gunakan Pembangkit Nuklir?

Global
Surat Inspeksi Alat Kelamin Gegerkan SMK Malaysia, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Surat Inspeksi Alat Kelamin Gegerkan SMK Malaysia, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Global
Kaliningrad, Enklave Rusia dekat Laut Baltik yang Punya Nilai Strategis dan Militer

Kaliningrad, Enklave Rusia dekat Laut Baltik yang Punya Nilai Strategis dan Militer

Global
Antrean Bikin Paspor di Kanada Capai Berhari-hari, Warga sampai Ada yang Kemah

Antrean Bikin Paspor di Kanada Capai Berhari-hari, Warga sampai Ada yang Kemah

Global
Ukraina Dapat Serangan Besar dari Belarus Sekutu Rusia

Ukraina Dapat Serangan Besar dari Belarus Sekutu Rusia

Global
Momen Pelatih Selamatkan Atlet Renang AS yang Pingsan dan Nyaris Tenggelam di Dasar Kolam

Momen Pelatih Selamatkan Atlet Renang AS yang Pingsan dan Nyaris Tenggelam di Dasar Kolam

Global
Misteri Pembunuhan Selebgram Gabby Petito Terungkap, Pacarnya Mengaku di Catatan Terakhir

Misteri Pembunuhan Selebgram Gabby Petito Terungkap, Pacarnya Mengaku di Catatan Terakhir

Global
Kabar Baik, Vaksin Covid Cegah Hampir 20 Juta Kematian pada Tahun Pertama Diluncurkan

Kabar Baik, Vaksin Covid Cegah Hampir 20 Juta Kematian pada Tahun Pertama Diluncurkan

Global
Serangan Teroris di Norwegia, Sejumlah Orang Tewas, Polisi Ungkap Terduga Pelaku

Serangan Teroris di Norwegia, Sejumlah Orang Tewas, Polisi Ungkap Terduga Pelaku

Global
Saat Zelensky Minta Dukungan Penonton di Festival Glastonbury...

Saat Zelensky Minta Dukungan Penonton di Festival Glastonbury...

Global
Sekjen PBB Peringatkan Malapetaka akibat Kekurangan Pangan Global

Sekjen PBB Peringatkan Malapetaka akibat Kekurangan Pangan Global

Global
Saat Hewan Ternak Ukraina Dibakar Hidup-hidup dalam Pemboman Rusia…

Saat Hewan Ternak Ukraina Dibakar Hidup-hidup dalam Pemboman Rusia…

Global
700 Orang Dikunci di Hotel dan Kasino Makau karena Lonjakan Kasus Covid

700 Orang Dikunci di Hotel dan Kasino Makau karena Lonjakan Kasus Covid

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.