Kompas.com - 07/06/2021, 10:35 WIB
Seorang pengunjuk rasa Israel memegang bendera saat ia berjalan melewati spanduk yang menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Tulisan berbahasa Ibrani artinya: Anda gagal dan Pergi), selama demonstrasi di luar kediaman Perdana Menteri di Yerusalem, Sabtu, 5 Juni 2021. AP PHOTO/SEBASTIAN SCHEINERSeorang pengunjuk rasa Israel memegang bendera saat ia berjalan melewati spanduk yang menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Tulisan berbahasa Ibrani artinya: Anda gagal dan Pergi), selama demonstrasi di luar kediaman Perdana Menteri di Yerusalem, Sabtu, 5 Juni 2021.

YERUSALEM, KOMPAS.com - Kepala dinas keamanan dalam negeri Israel mengeluarkan peringatan langka, tentang kemungkinan kekerasan selama salah satu periode paling bermuatan politik dalam beberapa dasawarsa di negara itu.

"Kami baru-baru ini mengidentifikasi peningkatan wacana kekerasan dan hasutan yang semakin ekstrem terutama di jejaring sosial," Nadav Argaman, Kepala Pasukan Keamanan Shin Bet Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan tanpa menyebutkan nama, melansir Reuters pada Minggu (6/6/2021).

Menurutnya, wacana itu dapat ditafsirkan di antara kelompok atau individu tertentu, sebagai adanya aktivitas kekerasan dan kegiatan ilegal, yang bahkan dapat menyebabkan kerusakan fisik.

Baca juga: Korea Utara Sebut Israel Jadikan Gaza Rumah Jagal Manusia

Peringatan itu dikeluarkan sejak sejak Sabtu (5/6/2021) ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, pemimpin terlama “Negeri Zionis” itu terancam digulingkan.

Masa 12 tahun jabatan Netanyahu sebagai PM Israel kemungkinan akan berakhirnya, setelah pemimpin oposisi tengah Israel Yair Lapid mengumumkan berhasil membentuk koalisi pemerintahan setelah pemilihan 23 Maret, pada Rabu (3/6/2021).

Pemerintahan baru, yang belum dilantik, terbentuk dari tambal sulam koalisi yang semula dianggap tidak mungkin. Itu terdiri dari partai-partai sayap kiri, liberal, kanan, nasionalis dan agama, serta sebuah partai Islamis Arab (untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Netanyahu dalam unggahan online telah memperingatkan koalisi itu adalah "pemerintah kiri yang berbahaya."

Beberapa kelompok sayap kanan marah pada Naftali Bennett, Kepala Partai Ultranasionalis kecil. Dia dijadwalkan menggantikan Netanyahu dalam pakta pembagian kekuasaan dengan Lapid.

Padahal sebelum pemilihan, Bennett telah berjanji tidak akan bergabung dengan Lapid yang berhaluan tengah, atau partai Arab mana pun dalam koalisi.

Bennett saat ini mendapat banyak serangan di media sosial.

Baca juga: Israel Tangkap Aktivis Palestina dan Jurnalis di Lahan Sengketa Yerusalem

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Filipina, Disusul 5,8 Magnitudo

Gempa M 6,7 Guncang Filipina, Disusul 5,8 Magnitudo

Global
POPULER GLOBAL: Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi

POPULER GLOBAL: Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi

Global
Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Global
Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Global
Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Akhirnya Digelar di Tengah Pro-kontra

Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Akhirnya Digelar di Tengah Pro-kontra

Global
Banjir China: Cerita Dramatis Penumpang Selamat di Kereta, dalam 30 Menit Air Sudah Sebahu

Banjir China: Cerita Dramatis Penumpang Selamat di Kereta, dalam 30 Menit Air Sudah Sebahu

Global
Junta Myanmar Tangkap Para Dokter yang Rawat Pasien Covid-19

Junta Myanmar Tangkap Para Dokter yang Rawat Pasien Covid-19

Global
Sydney Darurat Nasional Covid-19, Remaja Diusulkan Masuk Prioritas Vaksinasi

Sydney Darurat Nasional Covid-19, Remaja Diusulkan Masuk Prioritas Vaksinasi

Global
WHO Desak Indonesia Batasi Mobilitas Lebih Ketat, PPKM Belum Cukup

WHO Desak Indonesia Batasi Mobilitas Lebih Ketat, PPKM Belum Cukup

Global
13 dari 1.000 Pasien Covid-19 di Gujarat India Terinfeksi Jamur Hitam

13 dari 1.000 Pasien Covid-19 di Gujarat India Terinfeksi Jamur Hitam

Global
Presiden Haiti Akhirnya Dimakamkan Selang 2 Pekan Setelah Dibunuh

Presiden Haiti Akhirnya Dimakamkan Selang 2 Pekan Setelah Dibunuh

Global
Jumlah Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang dan Diperkirakan Terus Meningkat

Jumlah Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang dan Diperkirakan Terus Meningkat

Global
Penyelidikan Lanjutan Asal-usul Covid-19 Ditolak China, Ini Tanggapan WHO

Penyelidikan Lanjutan Asal-usul Covid-19 Ditolak China, Ini Tanggapan WHO

Global
Jamur Hitam di India: Ribuan Orang Meninggal, Kasusnya Sudah Ada di Indonesia

Jamur Hitam di India: Ribuan Orang Meninggal, Kasusnya Sudah Ada di Indonesia

Global
Afghanistan Bantah Taliban Kuasai 90 Persen Perbatasan Negara

Afghanistan Bantah Taliban Kuasai 90 Persen Perbatasan Negara

Global
komentar
Close Ads X