Kompas.com - 05/06/2021, 15:03 WIB
Demonstran anti-kudeta menyiapkan busur dan anak panah darurat untuk menghadapi polisi di kotamady kota Thaketa Yangon, Myanmar, Sabtu, 27 Maret 2021. APDemonstran anti-kudeta menyiapkan busur dan anak panah darurat untuk menghadapi polisi di kotamady kota Thaketa Yangon, Myanmar, Sabtu, 27 Maret 2021.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Beberapa rakyat Myanmar memilih angkat senjata dengan membentuk kelompok-kelompok bela diri lokal dan membuat senapan untuk melawan junta militer.

Beberapa pabrik-pabrik senjata rakitan berdiri dan bersembunyi di pedalaman hutan Myanmar.

Negara tersebut berada dalam kekacauan dan ekonominya lumpuh sejak para jenderal menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Baca juga: Perwakilan ASEAN Dikabarkan Segera Menemui Junta Militer Myanmar

Beberapa komunitas di seluruh Myanmar, terutama di kota-kota, telah melihat banyaknya jumlah korban sipil tewas di tangan pasukan kemananan Myanmar.

Beberapa di antaranya memilih untuk tidak tinggal diam dan telah membentuk "pasukan pertahanan" lokal sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (5/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di salah satu pabrik senjata darurat di negara bagian Kayah, dekat perbatasan Thailand, seorang pembuat senjata amatir bersiap untuk memasang pelatuk.

Yang lain melakukan finishing pada beberapa pucuk senjata rakitan sebelum akhirnya dicek untuk terakhir kalinya.

Baca juga: Rumah Sakit Myanmar Mulai Terancam Varian Covid-19 dari Negara Tetangga Pasca-Kudeta

Memang, meski mereka telah mampu membuat senjata rakitan, performa senjata tersebut tidak selalu memenuhi standar yang dibutuhkan dalam pertempuran.

"Suatu malam, militer (Myanmar) menembaki kami dengan artileri berat," kata Ko John, seorang anggota pasukan bela diri lokal, mengatakan kepada AFP.

Tentara junta militer kemudian mendekat dalam jarak 60 meter hingga 90 meter dari kelompok tersebut.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X