Malaysia Panggil Duta Besar China, Protes "Penyusupan" 16 Pesawat Militer ke Wilayah Udaranya

Kompas.com - 02/06/2021, 22:51 WIB
Foto handout dari Royal Malaysian Air Force ini diambil pada 31 Mei 2021 dan dirilis pada 1 Juni 2021, menunjukkan pesawat Ilyushin Il-76 milik China People's Liberation Army Air Force (PLAAF) yang menurut otoritas Malaysia berada di wilayah udara di atas zona maritim Malaysia dekat pantai negara bagian Sarawak di pulau Kalimantan. ROYAL MALAYSIAN AIR FORCE via APFoto handout dari Royal Malaysian Air Force ini diambil pada 31 Mei 2021 dan dirilis pada 1 Juni 2021, menunjukkan pesawat Ilyushin Il-76 milik China People's Liberation Army Air Force (PLAAF) yang menurut otoritas Malaysia berada di wilayah udara di atas zona maritim Malaysia dekat pantai negara bagian Sarawak di pulau Kalimantan.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia memberi tanggapan keras atas penerbangan mencurigakan 16 pesawat militer China, yang memasuki Zona Maritim Malaysia (ZMM), flight information region Kota Kinabalu (KK FIR).

Panglima Angkatan Udara Malaysia, Jenderal Tan Sri Ackbal Abdul Samad, menilai kejadian tersebut sebagai masalah serius.

Baca juga: Jet Tempur Malaysia Cegat 16 Pesawat Militer China di Lepas Pantai Kalimantan

Aktivitas itu dianggap mengancam kedaulatan negara dan keamanan penerbangan berdasarkan kepadatan lalu lintas udara di saluran udara di dalam wilayah udara nasional “Negeri Jiran”.

Ackbal menerangkan penerbangan pesawat militer China (PLAAF) terdeteksi oleh Radar Pertahanan Udara Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF), dari Pusat Pertahanan Udara (CRC 2) di Sarawak sekitar pukul 11.53 pagi waktu setempat pada Senin (31/5/2021).

Pesawat tersebut terdeteksi terbang dalam formasi taktis “in trail” pada jarak 60 mil laut, satu sama lain.

Formasi panjang terbang dengan paten dan arah yang sama, menggunakan satu titik masuk dan keluar dari jalur lintasan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mereka kemudian diketahui telah mengubah arah penerbangan di wilayah udara Beting Patinggi Ali, yang merupakan wilayah penting negara (Malaysia),” katanya kepada Harian Metro.

Pesawat-pesawat tersebut terdeteksi terbang pada ketinggian antara 23.000 kaki hingga 27.000 kaki dengan kecepatan 290 knot melalui wilayah udara Singapura sebelum memasuki wilayah udara Malaysia.

Pesawat-pesawat itu kemudian terbang mendekati 60 mil laut di lepas pantai Sarawak, yang dikhawatirkan mengancam kedaulatan negara Malaysia.

“RMAF telah menyiapkan pesawat Hawk 208 dari Skadron No 6, Pangkalan Udara Labuan untuk siap jika perlu dikerahkan melalui Operasi Suspek RMAF,” terang Panglima Angkatan Udara Malaysia, melansir World Buzz pada Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Malaysia Kerahkan Jet Tempur untuk Cegat 16 Pesawat Militer China

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.