Kepala HAM PBB: Serangan Israel di Gaza Mungkin Termasuk Kejahatan Perang

Kompas.com - 28/05/2021, 11:31 WIB

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet pada Kamis (27/5/2021) mengatakan, serangan udara Israel di Gaza mungkin merupakan kejahatan perang, sementara menekankan serangan roket oleh Hamas juga merupakan pelanggaran hukum internasional.

Bachelet memberikan komentar tersebut dalam sidang khusus Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diminta oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) – kelompok negara-negara Muslim – untuk mengupayakan penyelidikan internasional atas masalah HAM di Israel, Gaza dan Tepi Barat.

Dalam komentar yang disampaikan secara daring dari kantornya di Jenewa, Bachelet membahas konflik 11 hari yang diakhiri dengan gencatan senjata minggu lalu itu.

Baca juga: Palestina dan Israel Saling Tuduh Genosida di Debat Khusus PBB

“Harus ada proses perdamaian yang tulus dan inklusif untuk mengatasi akar penyebab ini dan mengakhiri pendudukan..."

"Sementara itu, saya mengulangi seruan saya kepada Hamas dan semua kelompok bersenjata untuk menahan diri dari penggunaan roket dan mortir tanpa pandang bulu, dan untuk itu harus ada pertanggungjawaban."

"Dan, sekali lagi, saya mendesak Israel untuk memastikan adanya pertanggungjawaban sesuai dengan kewajibannya di bawah hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional,” terangnya dikutip dari VOA Indonesia.

Bachelet mengatakan, ketika konflik dimulai Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya meluncurkan serangan roket ke Israel.

Karena serangan tersebut tidak pandang bulu dan tidak membedakan antara obyek militer dan sipil, hal itu merupakan “pelanggaran yang jelas terhadap hukum kemanusiaan internasional".

Baca juga: Begini Pembelaan AS Usai Tolak Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata Jalur Gaza

Namun dia mengatakan, Israel menanggapi dengan serangan udara secara intensif dengan pesawat tempur dan penembakan dari laut, sehingga mengakibatkan “tingkat kematian dan cedera yang tinggi pada warga sipil.”

Dia mengatakan, sasarannya termasuk gedung pemerintah, rumah hunian, organisasi kemanusiaan internasional, fasilitas medis, dan kantor media.

Bachelet mengatakan, meski Israel bersikeras bahwa gedung-gedung itu menampung kelompok-kelompok bersenjata, sejauh ini belum ada bukti yang mendukung klaim mereka.

Baca juga: Prototipe Pesawat Intel Israel Terbang di Malaysia lalu Mendarat di Singapura

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.