AS Blokir Dana ke Institut Virologi Wuhan dan Penelitian China Seluruhnya

Kompas.com - 27/05/2021, 21:09 WIB
Petugas keamanan berjaga di luar Institut Virologi Wuhan di Wuhan, ketika anggota tim WHO yang menyelidiki asal-usul Covid-19 melakukan kunjungan ke institut di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 3 Februari 2021. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALPetugas keamanan berjaga di luar Institut Virologi Wuhan di Wuhan, ketika anggota tim WHO yang menyelidiki asal-usul Covid-19 melakukan kunjungan ke institut di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 3 Februari 2021.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Senat Amerika Serikat (AS) dengan suara bulat menyetujui Amendemen yang memblokir dana dari AS, agar tidak mengalir ke Institut Virologi Wuhan di China, pada Selasa (25/5/2021).

Perubahan Undang-undang “Negeri Uncle Sam” ini, diumumkan oleh Senator Republik Joni Ernst dari Iowa.

Amendemen itu diterima oleh Senat AS sebagai bagian dari undang-undang yang lebih besar, yang masih diperdebatkan terkait investasi inovasi AS, menurut laporan AP.

Baca juga: China Tanggapi Laporan Terbaru Kebocoran Laboratorium Wuhan yang Sudutkan Pihaknya

Senat AS juga menyetujui amendemen lain yang diajukan oleh Senator Republik Rand Paul dari Kentucky. Isinya melarang dana AS digunakan untuk penelitian yang bisa bermanfaat bagi China.

"Memberikan dana tambahan AS untuk mensubsidi setiap laboratorium yang dikelola China, terutama Institut Virologi Wuhan, bertentangan dengan tujuan dari RUU yang mendasarinya, yaitu untuk mendukung lebih banyak penelitian di AS agar dapat bersaing lebih baik dengan China," kata Ernst dalam pernyataannya Selasa (25/5/2021) melansir Newsweek.

"Hari ini Senat dengan suara bulat setuju dengan saya, bahwa tidak sepeser pun dollar pembayar pajak harus digunakan untuk mensubsidi laboratorium ini di Komunis China," ujarnya.

Baik amendemen Paul dan Ernst disetujui tanpa suara absen, sebagai bagian dari RUU yang lebih luas.

Amendemen tersebut disetujui oleh Senat, sebelum Presiden AS Joe Biden memerintahkan pejabat intelijen AS meningkatkan upaya penyelidikan asal-usul Covid-19, termasuk spekulasi bahwa virus tersebut muncul dari laboratorium China, pada Rabu (26/5/2021).

Setelah berbulan-bulan kemungkinan asal-usul Covid-19 dari laboratorium China dipinggirkan, Pemerintahan Biden bergabung dengan tekanan di seluruh dunia, agar Beijing lebih terbuka tentang wabah tersebut.

Baca juga: Biden Minta Hasil Penyelidikan Asal-usul Covid-19 Badan Intelijen Diserahkan dalam 90 Hari Lagi

Dorongan transparansi

Di sisi lain, respons itu menjadi jawaban atas kritik dari Partai Republik, yang menilai Presiden AS ke-46 itu tidak cukup tangguh.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Global
Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Global
Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Global
Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Global
Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Global
Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Global
Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Global
Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Global
Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Global
POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

Global
Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Global
Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Global
Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Global
Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Global
Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.