Kompas.com - 27/05/2021, 07:11 WIB
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri dan Kesehatan Swiss, Alain Berset (tidak ada di foto), sebelum menandatangani BioHub Initiative di laboratorium Spiez, jelang pembukaan Majelis Kesehatan Dunia ke-74 di markas besar WHO, Jenewa, Swiss, pada Senin (24/5/2021). KEYSTONE/LAURENT GILLIERON via AP PHOTODirektur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri dan Kesehatan Swiss, Alain Berset (tidak ada di foto), sebelum menandatangani BioHub Initiative di laboratorium Spiez, jelang pembukaan Majelis Kesehatan Dunia ke-74 di markas besar WHO, Jenewa, Swiss, pada Senin (24/5/2021).

JENEWA, KOMPAS.com - Myanmar tak diundang ke rapat tahunan WHO, karena Badan Kesehatan Dunia itu bingung siapa yang harus diakui sebagai perwakilan sah negara tersebut.

Rapat Tahunan WHO ke-74 menerima permintaan hadir dari otoritas sipil yang digulingkan dan junta militer Myanmar.

Akhirnya pada Rabu (26/5/2021) WHO memilih menepikan Myanmar yang masih dilanda kudeta dari pertemuan tahunan mereka.

Baca juga: Berbulan-bulan Kudeta Myanmar, Apa Kabar Aung San Suu Kyi?

Pertemuan badan pembuat keputusan utama WHO tahun ini dimulai pada Senin (24/5/2021) hingga 1 Juni.

Rapat tahunan WHO kali ini dianggap salah satu yang paling penting saat pandemi Covid-19 meluas.

Ada seruan untuk mengubah induk kesehatan dunia bentukan PBB ini, dan penanganan secara global untuk menghindari bencana serupa ke depannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komite WHO yang bertugas memverifikasi kredensial negara lalu mengusulkan, untuk menunda keputusan tentang siapa yang harus mewakili Myanmar dalam rapat tahunan WHO.

Baca juga: Penyair Myanmar Tewas Setelah Ditangkap Junta, Organ Dalam Tubuhnya Hilang

Kantor berita AFP melaporkan, komite itu menunggu petunjuk dari Sidang Umum PBB tentang bagaimana sistem PBB memandang permasalahan di Myanmar.

Proposal yang disetujui negara-negara anggota WHO tanpa pemungutan suara pada Rabu pagi menuliskan, untuk saat ini berarti tidak ada yang akan mewakili Myanmar di Majelis Kesehatan Dunia ke-74.

Sejak kudeta Myanmar pada 1 Februari, negara itu berada dalam kekacauan yang memicu demo hampir setiap hari, serta pembangkangan sipil nasional.

Kelompok pemantau lokal mengungkap, militer telah menewaskan lebih dari 800 warga sipil saat menindak keras demo Myanmar.

Baca juga: 100 Hari Kudeta Myanmar: Rangkuman Peristiwa dan Perkembangan Terkini


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bakal Diselidiki soal Penyalahgunaan Jabatan, Presiden Brasil Klaim Negaranya Diserang

Bakal Diselidiki soal Penyalahgunaan Jabatan, Presiden Brasil Klaim Negaranya Diserang

Global
Jepang Batasi Perawatan Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Diminta Isolasi di Rumah

Jepang Batasi Perawatan Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Diminta Isolasi di Rumah

Global
Perketat Pembatasan Covid-19, Aparat Singapura Bisa Sampai Masuk ke Rumah Warga Tanpa Surat Perintah

Perketat Pembatasan Covid-19, Aparat Singapura Bisa Sampai Masuk ke Rumah Warga Tanpa Surat Perintah

Global
Polisi AS yang Tangani Kerusuhan Gedung Capitol Kembali Dilaporkan Bunuh Diri

Polisi AS yang Tangani Kerusuhan Gedung Capitol Kembali Dilaporkan Bunuh Diri

Global
Kisah Pencak Silat Indonesia yang Kini Digemari Warga AS

Kisah Pencak Silat Indonesia yang Kini Digemari Warga AS

Global
Kapal Perang Asing di Laut China Selatan Bertambah, India Menyusul Kirim Pasukannya

Kapal Perang Asing di Laut China Selatan Bertambah, India Menyusul Kirim Pasukannya

Global
PM Singapura Minta AS Tak Bersikap Keras terhadap China, Ini Alasannya

PM Singapura Minta AS Tak Bersikap Keras terhadap China, Ini Alasannya

Global
Israel Dihantam Roket dari Wilayah Lebanon

Israel Dihantam Roket dari Wilayah Lebanon

Global
Studi Terbaru: Konsumsi Minuman Beralkohol Jadi Penyebab 700.000 Kasus Kanker Baru

Studi Terbaru: Konsumsi Minuman Beralkohol Jadi Penyebab 700.000 Kasus Kanker Baru

Global
Buku Terlaris tahun 1919 Ternyata Ditulis Bocah Inggris Berusia 9 Tahun, Bagaimana Kisahnya?

Buku Terlaris tahun 1919 Ternyata Ditulis Bocah Inggris Berusia 9 Tahun, Bagaimana Kisahnya?

Global
Cerita Penerjemah Afghanistan untuk Pasukan AS yang Terlantar di Penampungan Tunawisma

Cerita Penerjemah Afghanistan untuk Pasukan AS yang Terlantar di Penampungan Tunawisma

Global
24 Diplomat Rusia Diminta Hengkang dari AS, Ini Alasannya

24 Diplomat Rusia Diminta Hengkang dari AS, Ini Alasannya

Global
Tanpa AS, Pasukan Khusus Afghanistan Akui Kondisi Sulit dan Terus Terpojok Lawan Taliban

Tanpa AS, Pasukan Khusus Afghanistan Akui Kondisi Sulit dan Terus Terpojok Lawan Taliban

Global
AS Segera Kembalikan 17.000 Artefak Kuno Hasil Jarahan ke Irak

AS Segera Kembalikan 17.000 Artefak Kuno Hasil Jarahan ke Irak

Global
Nenek Buyut Asal California Ini Memulai Debut Modeling di Usia 99 Tahun

Nenek Buyut Asal California Ini Memulai Debut Modeling di Usia 99 Tahun

Global
komentar
Close Ads X