Pabrik Pesawat Iran Meledak Setelah Dituduh Pendukung Hamas oleh Israel

Kompas.com - 25/05/2021, 22:04 WIB
Ilustrasi ledakan. SHUTTERSTOCKIlustrasi ledakan.

TEHERAN, KOMPAS.com - Ledakan besar di sebuah pabrik pesawat tak berawak Iran melukai 9 orang, terjadi beberapa hari setelah Israel menuduh Teheran mendukung Hamas.

Melansir The Sun pada Senin (24/5/2021), ledakan di Isfahan, Iran terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencap Teheran sebagai "pelindung teror".

Netanyahu membuat komentar itu setelah mengklaim pasukan Iran meluncurkan drone bunuh diri bersenjata ke Israel.

Baca juga: Pendiri Hamas: Tak Ada Perdamaian dengan Israel Tanpa Keadilan bagi Palestina

Iran telah dituduh mempersenjatai militan Hamas di Gaza selama konflik mematikan 11 hari, dengan membantu mengembangkan rudal mematikan untuk menyerang sasaran jauh di dalam wilayah Israel.

Pada akhir pekan, sebuah ledakan dilaporkan terjadi di Perusahaan Industri Manufaktur Pesawat Iran, yang memproduksi berbagai pesawat dan drone untuk pasukan Iran dan pro-Iran, menurut lapor The Guardian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak ada informasi yang mengungkap penyebab ledakan itu, tetapi Netanyahu telah vokal dalam menuduh Teheran membantu Hamas.

Baca juga: Hamas Gelar Parade Militer di Jalur Gaza, Pemimpin Tertinggi Tampil Perdana

“Iran tidak hanya mendukung sepenuhnya Jihad Islam di Gaza, dan memberi mereka semua dana, mereka juga memberikan senjata kepada Hamas serta Hezbollah dan mereka menyediakan perancah, di mana organisasi-organisasi ini benar-benar bekerja,” katanya.

Pada Kamis (20/5/2021), Netanyahu memamerkan pecahan yang dia klaim sebagai pesawat tak berawak Iran yang sarat dengan bahan peledak yang telah dicegat di perbatasan.

Dia yakin itu diluncurkan dari Irak atau Suriah, setelah dijatuhkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Selasa (18/5/2021) dini hari waktu setempat, ketika mendekati perbatasan Israel-Yordania.

Baca juga: Rangkuman Konflik Terbaru Hamas dan Israel dalam Angka

"Saat kami terlibat dalam bentrokan ini beberapa hari lalu, Iran mengirim pesawat tak berawak bersenjata dari Irak atau dari Suriah," ujarnya dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

Menurut pejabat intelijen Barat, bantuan dari Iran memainkan peran kunci dalam membantu kelompok militan Palestina Hamas untuk mengembangkan persenjataan senjata yang mematikan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Benjamin Netanyahu, Prajurit Veteran Israel Pemegang Komando Serangan ke Gaza

Para pejabat percaya bahwa bantuan teknologi telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan Hamas untuk menyerang sasaran jauh di dalam wilayah Israel, dan telah menyebabkan kematian puluhan orang.

Senjata tersebut diperkirakan dibuat di Gaza, berdasarkan desain Iran.

Baca juga: Duel Kepentingan Hamas dan Netanyahu dalam Konflik Israel-Palestina 2021


Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota di Belgia Namai Jalannya dari Pekerja Seks Nigeria, Seperti Apa Kisahnya?

Kota di Belgia Namai Jalannya dari Pekerja Seks Nigeria, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelaku Penembakan Kampus Rusia yang Tewaskan 6 Orang Bermimpi Bunuh Banyak Orang

Pelaku Penembakan Kampus Rusia yang Tewaskan 6 Orang Bermimpi Bunuh Banyak Orang

Global
Taliban Janji Murid Putri SMP Bisa Kembali ke Sekolah, asalkan...

Taliban Janji Murid Putri SMP Bisa Kembali ke Sekolah, asalkan...

Global
Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

Global
Perancis 'Ngambek' Kontrak Kapal Selam Dibatalkan Sepihak, Ini Kata Australia

Perancis "Ngambek" Kontrak Kapal Selam Dibatalkan Sepihak, Ini Kata Australia

Global
Vietnam Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

Vietnam Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

Global
Gara-gara Kembarannya Dukun Gadungan, Pria Ini 9 Tahun Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi

Gara-gara Kembarannya Dukun Gadungan, Pria Ini 9 Tahun Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi

Global
Kisah Brenda Spencer, Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang karena Benci Hari Senin

Kisah Brenda Spencer, Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang karena Benci Hari Senin

Global
Taliban Sita Rp 177,2 Miliar dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Taliban Sita Rp 177,2 Miliar dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Global
Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan Bareng AS dan NATO

Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan Bareng AS dan NATO

Global
Pemilu Jerman: Calon Kuat Pengganti Angela Merkel Terjerat Kasus Pencucian Uang

Pemilu Jerman: Calon Kuat Pengganti Angela Merkel Terjerat Kasus Pencucian Uang

Global
Tak Ingat Namanya Sendiri, Wanita yang Fasih Bahasa Inggris Ini Ditemukan di Kroasia

Tak Ingat Namanya Sendiri, Wanita yang Fasih Bahasa Inggris Ini Ditemukan di Kroasia

Global
Pekerjaan Rumah Indonesia Masih Besar dalam Transisi Energi

Pekerjaan Rumah Indonesia Masih Besar dalam Transisi Energi

Global
Saat Taliban Bermain Bebek-bebekan di Taman Bermain Air Afghanistan...

Saat Taliban Bermain Bebek-bebekan di Taman Bermain Air Afghanistan...

Global
Gara-gara Tersenyum, Pria Ini Gagal Selundupkan Emas yang Dicetak Jadi Gigi Palsu

Gara-gara Tersenyum, Pria Ini Gagal Selundupkan Emas yang Dicetak Jadi Gigi Palsu

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.