Kompas.com - 25/05/2021, 07:59 WIB

MINSK, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Belarus Sviatlana Tsikhanouskaya khawatir anggota oposisi, Roman Protasevich disiksa oleh Presiden Alexander Lukashenko.

Tsikhanouskaya mengatakan Protasevich mungkin "dalam keadaan yang mengerikan" di tangan diktator Belarus itu, dan kemungkinan "disiksa, karena dia tahu banyak informasi".

"Kami sangat takut, tidak hanya untuk kebebasannya tetapi untuk hidupnya," kata Tsikhanouskaya kepada Sky News seperti yang dilansir dari Daily Mail pada Senin (24/5/2021).

Baca juga: Dituduh “Bajak” Pesawat Ryanair, Pemerintah Belarus Banjir Kecaman

Pada Minggu (23/5/2021), penerbangan Ryanair dari Athena ke Vilnius yang ditumpangi Protasevich, terpaksa mendarat darurat di ibu kota Belarus, Minsk atas perintah Alexander Lukashenko.

Sebelum pendaratan darurat di Minsk, pesawat itu sempat melakukan penyimpangan tajam dari jalurnya beberapa mil dari perbatasan Lithuania.

Belarus melakukan "pembajakan" pesawat Ryanair dan menyebut ada ancaman teror bom di dalam, tetapi setelah digeledah di Minsk tidak ada bom atau peledak apa pun.

Baca juga: Buntut Penurunan Paksa Ryanair, Lituania Larang Pesawat Lintasi Belarus

Muncul kecurigaan bahwa ada 4 penumpang yang merupakan agen dinas rahasia Belarus, yang dikenal sebagai KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti).

Kehadiran mereka telah memicu kekhawatiran bahwa agen Belarus atau Rusia terlibat dalam operasi pesawat Uni Eropa itu untuk sengaja menangkap Protasevich.

Menurut laporan yang dikutip dari Daily Mail, Protasevich telah memohon kepada kru pesawat Ryanair untuk tidak mengikuti perintah tersebut dengan mengatakan "mereka akan membunuh saya" dan memberitahu sesama penumpang sata mendarat bahwa ia akan menghadapi "hukuman mati".

Baca juga: Rusia Dukung Belarus Turunkan Paksa Pesawat Ryanair untuk Tangkap Aktivis Oposisi

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengangkat kemungkinan keterlibatan langsung Rusia dalam pengalihan pesawat sipil Ryanair Belarus, mengatakan kepada anggota parlemennya.

Halaman:
Sumber Daily Mail
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yusuf Qardhawi, Tokoh Ikhwanul Muslimin dan Arab Spring, Meninggal

Yusuf Qardhawi, Tokoh Ikhwanul Muslimin dan Arab Spring, Meninggal

Global
Kanada Umumkan Berakhirnya Pembatasan Covid-19 pada Oktober

Kanada Umumkan Berakhirnya Pembatasan Covid-19 pada Oktober

Global
Ulama dan Pemimpin Spiritual Ikhwanul Muslimin Yusuf al-Qaradhawi Meninggal Dunia

Ulama dan Pemimpin Spiritual Ikhwanul Muslimin Yusuf al-Qaradhawi Meninggal Dunia

Global
Kisah Pria Nigeria Tipu Jutaan Rupiah dengan Menyamar Jadi Gadis Seksi Layani Obrolan Seks

Kisah Pria Nigeria Tipu Jutaan Rupiah dengan Menyamar Jadi Gadis Seksi Layani Obrolan Seks

Global
Apakah Perempuan Non-Muslim di Iran Wajib Berjilbab Juga?

Apakah Perempuan Non-Muslim di Iran Wajib Berjilbab Juga?

Global
Ribuan Warganya Kabur, Rusia Belum Berencana Tutup Perbatasan

Ribuan Warganya Kabur, Rusia Belum Berencana Tutup Perbatasan

Global
Topan Noru Hantam Filipina, 6 Orang Tewas

Topan Noru Hantam Filipina, 6 Orang Tewas

Global
Sejarah Kenapa Keluarga Kerajaan Inggris Ganti Nama Jadi Windsor

Sejarah Kenapa Keluarga Kerajaan Inggris Ganti Nama Jadi Windsor

Global
ABK China Tidak Diberi Makan dan Barangnya Dirampas, Kapalnya lalu Tenggelam di Kamboja

ABK China Tidak Diberi Makan dan Barangnya Dirampas, Kapalnya lalu Tenggelam di Kamboja

Global
Cerita Mantan Tentara Rusia Kabur dari Mobilisasi Parsial: Saya Tak Mau Bunuh Saudara

Cerita Mantan Tentara Rusia Kabur dari Mobilisasi Parsial: Saya Tak Mau Bunuh Saudara

Global
Hindari Mobilisasi Parsial, 3.000 Warga Rusia Antre Panjang Masuk Mongolia

Hindari Mobilisasi Parsial, 3.000 Warga Rusia Antre Panjang Masuk Mongolia

Global
Korban Tewas Penembakan Sekolah di Rusia Jadi 13 Orang, Putin Berang

Korban Tewas Penembakan Sekolah di Rusia Jadi 13 Orang, Putin Berang

Global
Buntut Kematian Mahsa Amini, Muncul Desakan Diakhirinya Wajib Berjilbab di Iran

Buntut Kematian Mahsa Amini, Muncul Desakan Diakhirinya Wajib Berjilbab di Iran

Global
Kisah Pria China Hilang 17 Hari Usai Gempa, Sempat Rawat Korban dan Cegah Banjir

Kisah Pria China Hilang 17 Hari Usai Gempa, Sempat Rawat Korban dan Cegah Banjir

Global
Penembakan Sekolah di Rusia Tewaskan 9 Orang, termasuk Anak-anak

Penembakan Sekolah di Rusia Tewaskan 9 Orang, termasuk Anak-anak

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.