Bilang Ada Bom, Belarus Daratkan Paksa Pesawat Ryanair untuk Tangkap Aktivis Oposisi

Kompas.com - 24/05/2021, 17:34 WIB
Pesawat Ryanair dengan nomor registrasi SP-RSM yang membawa aktivis oposisi Belarus, Roman Protasevich, dengan rute Athena ke Vilnius di Lituania, dipaksa mendarat di Minsk, ibu kota Belarus, pada Minggu (23/5/2021). Perintah pendaratan paksa ini dikeluarkan secara personal oleh Presiden Alexander Lukashenko, dengan memerintahkan jet tempur MiG-29 untuk mengawal pesawat Ryanair. AP PHOTO/MINDAUGAS KULBISPesawat Ryanair dengan nomor registrasi SP-RSM yang membawa aktivis oposisi Belarus, Roman Protasevich, dengan rute Athena ke Vilnius di Lituania, dipaksa mendarat di Minsk, ibu kota Belarus, pada Minggu (23/5/2021). Perintah pendaratan paksa ini dikeluarkan secara personal oleh Presiden Alexander Lukashenko, dengan memerintahkan jet tempur MiG-29 untuk mengawal pesawat Ryanair.

MINSK, KOMPAS.com - Saluran Telegram oposisi Belarus, Nexta, pada Minggu (23/5/2021) mengatakan, Roman Protasevich mantan editor mereka dan aktivis oposisi yang diasingkan, telah ditahan di bandara Minsk.

Protasevich ditahan setelah penerbangannya dengan pesawat Ryanair menuju Lituania dipaksa melakukan pendaratan darurat.

Nexta Live dan Nexta adalah suara terkemuka dari oposisi Belarus, dan membantu memobilisasi pengunjuk rasa di demo Belarus untuk menentang hasil pemilu tahun lalu yang kembali dimenangi Alexander Lukashenko.

Baca juga: Demo Belarus, Seorang Pria Bakar Diri di Depan Gedung Pemerintahan

Kantor berita TASS mengutip layanan pers bandara Minsk mengatakan, Protasevich sedang dalam perjalanan dari Athena ke Vilnius di Lituania, dan melakukan pendaratan darurat karena ada ancaman teror bom.

"Pesawat sudah diperiksa, tidak ada bom yang ditemukan dan semua penumpang diperiksa lagi," kata Nexta dikutip Kompas.com dari AFP.

"Di antara mereka adalah... jurnalis Nexta Roman Protasevich. Di ditahan."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nexta menambahkan bahwa Protasevich mengaku diikuti sebelum naik pesawat.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Kejatuhan Diktator Filipina Ferdinand Marcos

Detik-detik Kejatuhan Diktator Filipina Ferdinand Marcos

Internasional
Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Internasional
28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

Internasional
TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

Global
Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Internasional
Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Global
Ingin Menyontek Saat Ujian, 10 Guru India Sembunyikan Bluetooth di Sandal Jepit

Ingin Menyontek Saat Ujian, 10 Guru India Sembunyikan Bluetooth di Sandal Jepit

Global
Viral, Video 'Skill Dewa' Pedagang Warung Hitung Cepat Harga Pesanan, Netizen Terpukau

Viral, Video "Skill Dewa" Pedagang Warung Hitung Cepat Harga Pesanan, Netizen Terpukau

Global
Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Global
Korea Utara di Sidang Umum PBB: Kami Berhak Menguji Senjata, Tak Ada yang Bisa Melarang

Korea Utara di Sidang Umum PBB: Kami Berhak Menguji Senjata, Tak Ada yang Bisa Melarang

Global
Survei PDRM: 9 dari 10 Gadis Remaja di Malaysia Kecanduan Seks

Survei PDRM: 9 dari 10 Gadis Remaja di Malaysia Kecanduan Seks

Global
Demo Besar di Tunisia, 2.000 Orang Protes Kudeta Presiden Kais Saied

Demo Besar di Tunisia, 2.000 Orang Protes Kudeta Presiden Kais Saied

Global
Presiden Perancis Dilempar Telur Sambil Diteriaki 'Vive la Revolution'

Presiden Perancis Dilempar Telur Sambil Diteriaki "Vive la Revolution"

Internasional
Dubes Afghanistan Batal Pidato di Sidang Umum PBB, Ada Apa?

Dubes Afghanistan Batal Pidato di Sidang Umum PBB, Ada Apa?

Global
Korea Utara Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut

Korea Utara Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.