Kompas.com - 22/05/2021, 19:40 WIB
Screengrab ini diambil pada 8 Agustus 2016 dari video Boko Haram yang dirilis oleh kelompok ekstrimis tersebut dan menunjukkan pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau. AFP PHOTO/HOScreengrab ini diambil pada 8 Agustus 2016 dari video Boko Haram yang dirilis oleh kelompok ekstrimis tersebut dan menunjukkan pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau.

ABUJA, KOMPAS.com - Pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, dilaporkan telah tewas setelah meledakkan rompi bom bunuh diri, ketika berhadapan dengan ISIS wilayah Afrika Barat (ISWAP) di Nigeria utara.

Pertempuran itu terjadi di negara bagian Borno, di mana ISWAP telah menjadi kekuatan dominan dalam pemberontakan ekstremis selama lebih dari satu dekade di Nigeria, melansir Daily Mail pada Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: 4 Kelompok Teroris yang Paling Mematikan di Dunia, dari ISIS hingga Boko Haram

Meskipun belum ada konfirmasi resmi tentang kematian Shekau dari pemerintah Nigeria, The Wall Street Journal meninjau transkrip antara pemberontak yang membahas aksi bunuh diri tersebut.

Seorang komandan militan yang diretas berkata: "Shekau meledakkan bom dan bunuh diri."

Bulama Bukarti, seorang analis di Tony Blair Institute for Global Change, mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Shekau telah menjadi pemimpin teroris terlama di dunia.

“Dia mungkin panglima perang yang paling tidak dipahami di dunia, dan yang paling diremehkan. Ini momen besar bagi Nigeria."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menyusul laporan itu, juru bicara Angkatan Darat Nigeria Mohammed Yerima mengatakan pihak berwenang sedang memeriksanya dengan cermat.

“Kami sedang memeriksanya dengan cermat. Di masa lalu, kami telah melaporkan bahwa dia sudah mati dan kemudian dia kembali," katanya kepada The Washington Post.

Shekau, yang menjadi berita utama internasional ketika anak buahnya menculik hampir 300 siswi di Chibok pada 2014, telah dilaporkan tewas beberapa kali sejak Boko Haram pertama kali melancarkan pemberontakannya pada 2009.

Jika laporan kematiannya benar sekarang, kondisi ini dapat menimbulkan keretakan di Boko Haram.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanpa AS, Pasukan Khusus Afghanistan Akui Kondisi Sulit dan Terus Terpojok Lawan Taliban

Tanpa AS, Pasukan Khusus Afghanistan Akui Kondisi Sulit dan Terus Terpojok Lawan Taliban

Global
AS Segera Kembalikan 17.000 Artefak Kuno Hasil Jarahan ke Irak

AS Segera Kembalikan 17.000 Artefak Kuno Hasil Jarahan ke Irak

Global
Nenek Buyut asal California ini Memulai Debut Modeling di Usia 99 Tahun

Nenek Buyut asal California ini Memulai Debut Modeling di Usia 99 Tahun

Global
Ribuan Orang Yunani Lari dari Rumah di Tengah Kebakaran dan Gelombang Panas 42 Celcius

Ribuan Orang Yunani Lari dari Rumah di Tengah Kebakaran dan Gelombang Panas 42 Celcius

Global
ASEAN Akhirnya Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar, Bertugas Akhiri Kekerasan di Sana

ASEAN Akhirnya Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar, Bertugas Akhiri Kekerasan di Sana

Global
Viral Video TikTok, Komedian AS Bagi-bagi Tips Bisa “Kencan” dengan Atlet Olimpiade di Jepang

Viral Video TikTok, Komedian AS Bagi-bagi Tips Bisa “Kencan” dengan Atlet Olimpiade di Jepang

Global
Ibu Ini Diduga Jual 8 Anaknya untuk Membeli Narkoba

Ibu Ini Diduga Jual 8 Anaknya untuk Membeli Narkoba

Global
Arab Saudi Eksekusi 40 Orang dalam 6 Bulan

Arab Saudi Eksekusi 40 Orang dalam 6 Bulan

Global
Sosok Jerapah Betina Tua atau 'Nenek', Diduga Punya Peran Besar bagi Kelompok Jerapah

Sosok Jerapah Betina Tua atau "Nenek", Diduga Punya Peran Besar bagi Kelompok Jerapah

Global
PM Malaysia Tidak Akan Mengundurkan Diri, tapi...

PM Malaysia Tidak Akan Mengundurkan Diri, tapi...

Global
Profil Pemimpin Dunia: Yoshihide Suga, Perdana Menteri Jepang

Profil Pemimpin Dunia: Yoshihide Suga, Perdana Menteri Jepang

Global
Resmi Jadi Presiden Baru, Ebrahim Raisi Bertekad Lepaskan Iran dari “Penindasan” AS

Resmi Jadi Presiden Baru, Ebrahim Raisi Bertekad Lepaskan Iran dari “Penindasan” AS

Global
Taliban dan Pasukan Afghanistan Perang Sengit, Bagaimana Perbandingan Kekuatan Mereka?

Taliban dan Pasukan Afghanistan Perang Sengit, Bagaimana Perbandingan Kekuatan Mereka?

Global
Ganda Putri China yang Dikalahkan Greysia-Apriyani Sempat Meyumpahi Pemain Korea Selatan

Ganda Putri China yang Dikalahkan Greysia-Apriyani Sempat Meyumpahi Pemain Korea Selatan

Global
Ulang Tahun ke-60, Inilah Kisah Barack Obama, 'Si Anak Menteng' yang Jadi Presiden AS ke-44

Ulang Tahun ke-60, Inilah Kisah Barack Obama, "Si Anak Menteng" yang Jadi Presiden AS ke-44

Global
komentar
Close Ads X