Kompas.com - 22/05/2021, 14:19 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum Thein Soe berdiri saat rapat dengan perwakilan berbagai partai politik Jumat, 21 Mei 2021 di Naypyitaw, Myanmar. APKetua Komisi Pemilihan Umum Thein Soe berdiri saat rapat dengan perwakilan berbagai partai politik Jumat, 21 Mei 2021 di Naypyitaw, Myanmar.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum, yang ditunjuk militer Myanmar, menyatakan akan mempertimbangkan untuk membubarkan partai pimpinan Aung San Suu Kyi.

Lembaga tersebut berdalih partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dituding terlibat dalam penipuan pemilihan umum (pemilu), dan para pemimpinnya dituduh melakukan pengkhianatan.

Baca juga: Militer Myanmar dapat Pasokan Bahan Bakar Jet dari PetroChina

Partai NLD berkuasa setelah kemenangan telak pada pemilu 2015, dan memenangkan mayoritas yang lebih besar dalam pemilihan umum Myanmar November lalu.

Pemerintahan itu seharusnya memulai masa jabatan kedua pada Februari. Namun militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta, dan menangkapnya dan puluhan pejabat tinggi pemerintah dan anggota partai.

Pemimpin Junta Jenderal Min Aung Hlaing mengutip kecurangan pemilu sebagai alasan pengambilalihan tentara.

Dia mengklaim "ada kecurangan yang mengerikan dalam daftar pemilih." Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan yang didukung tentara, yang menderita kerugian besar yang tak terduga dalam pemilu, membuat tuduhan serupa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengamat independen membantah pernyataan penyimpangan yang tersebar luas dalam pemilu 2020 tersebut.

Partai politik Myanmar dipanggil untuk membahas rencana perubahan sistem pemilu Myanmar pada pertemuan pada Jumat (21/5/2021).

Ketua Komisi Pemilihan Umum Thein Soe dalam pertemuan itu mengatakan penyelidikan pemilihan tahun lalu yang akan segera selesai menunjukkan bahwa partai Suu Kyi telah bekerja secara ilegal dengan pemerintah, untuk memberikan partainya keuntungan di jajak pendapat.

"Kami akan menyelidiki dan mempertimbangkan apakah partai tersebut harus dibubarkan, dan apakah pelakunya harus dihukum sebagai pengkhianat," katanya melansir AP.

Baca juga: Kekerasan Kudeta Myanmar Terus Berlanjut, Jepang Ancam Hentikan Semua Bantuan

Halaman:

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sultan Kelantan di Malaysia Jadikan Istananya Tempat Vaksinasi Covid-19

Sultan Kelantan di Malaysia Jadikan Istananya Tempat Vaksinasi Covid-19

Global
Pasca Pertemuan di Jakarta, ASEAN Masih Belum Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar

Pasca Pertemuan di Jakarta, ASEAN Masih Belum Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar

Global
Sesi Parlemen Malaysia Ditunda, Muhyiddin Masih Selamat dari Mosi Tidak Percaya

Sesi Parlemen Malaysia Ditunda, Muhyiddin Masih Selamat dari Mosi Tidak Percaya

Global
Jelang HUT Ke-76 RI, KBRI Roma Peringati Hari Anak Nasional dan Ceria Merdeka

Jelang HUT Ke-76 RI, KBRI Roma Peringati Hari Anak Nasional dan Ceria Merdeka

Global
Mengapa Kapal Selam Berwarna Hitam atau Abu-abu?

Mengapa Kapal Selam Berwarna Hitam atau Abu-abu?

Global
Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Global
Kebakaran Hutan Landa AS, Biden Tegaskan Cegah Perubahan Iklim

Kebakaran Hutan Landa AS, Biden Tegaskan Cegah Perubahan Iklim

Global
Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Global
15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

Global
Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Global
Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Global
Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Global
Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Global
Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | Raja Malaysia Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

KABAR DUNIA SEPEKAN: Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | Raja Malaysia Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Global
komentar
Close Ads X