Kim Jong Un Larang Obat China di Rumah Sakit Setelah Pejabat Senior Tewas

Kompas.com - 22/05/2021, 11:32 WIB
Seorang pria menonton televisi yang menayangkan berita mengenai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, saat hadir dalam Kongres Partai Buruh edisi kedelapan di Pyongyang, pada 6 Januari 2021. AFP PHOTO/JUNG YEON-JESeorang pria menonton televisi yang menayangkan berita mengenai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, saat hadir dalam Kongres Partai Buruh edisi kedelapan di Pyongyang, pada 6 Januari 2021.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan telah melarang obat-obatan buatan China di rumah sakit besar di ibu kota negara itu, setelah kematian seorang pejabat pemerintah tinggi.

Menurut situs berita Daily NK yang berbasis di Korea Selatan, seorang pejabat tinggi yang merupakan bagian dari birokrasi ekonomi negara itu meninggal awal bulan ini.

Dia diketahui menerima dosis cocarboxylase, obat produksi China, yang biasanya digunakan untuk mengobati kelelahan.

Baca juga: Kim Jong Un Larang Jins Ketat karena Khawatir Bakal Mengganggu Rezimnya

Pejabat tersebut, yang tidak disebutkan namanya oleh outlet berita, dikabarkan adalah birokrat tepercaya yang telah bekerja di sektor ekonomi negara sejak negara tersebut diperintah oleh ayah Kim, Kim Jong Il.

Dia dirawat karena penyakit yang berhubungan dengan jantung, dan tekanan darah tinggi di Rumah Sakit Universitas Kedokteran Pyongyang. Namun kemudian dia meninggal.

Tidak jelas apakah kematian pria itu akibat suntikan cocarboxylase, kata Daily NK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Kim menjadi marah setelah mengetahui pejabat itu mungkin meninggal akibat pengobatan China, menurut outlet berita tersebut.

Pemimpin Korea Utara menanggapi dengan mengungkapkan kesedihan atas kehilangan "pejabat berbakat" tersebut.

Diktator Korena Utara itu kemudian memerintahkan agar produk medis China "dikeluarkan" dari semua rumah sakit besar di Pyongyang, menurut laporan Daily NK.

Baca juga: Kirim Selebaran Anti Kim Jong Un dengan Balon, Pembelot Korut Terancam Denda Ratusan Juta

Larangan itu dikatakan mencakup perintah agar semua vaksin Covid-19 buatan China harus dihapus dari pengujian yang sedang berlangsung.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.