SINGAPURA, KOMPAS.com - Sebanyak dua pertemuan elite politik dan ekonomi dunia di "Negeri Singa" harus batal karena Singapura lockdown lagi.
Keputusan membatalkan konferensi World Economic Forum (WEF) dan Shangri-La Dialogue diambil setelah terus melonjaknya penyebaran angka kasus infeksi komunal atau lokal Covid-19 di Singapura.
Memburuknya pandemi virus corona di Singapura disusul dengan penerapan lockdown parsial atau circuit breaker sejak 16 Mei hingga 13 Juni mendatang.
Baca juga: Potret Lockdown Kedua Singapura, Sunyi Senyap pada Hari Pertama
Shangri-La Dialogue yang merupakan acara pertemuan tahunan Menteri Pertahanan dari 28 negara di kawasan Asia Pasifik, rencananya akan digelar pada 4-5 Juni di Hotel Shangri-La.
Awalnya pihak penyelenggara optimistis forum prestisius keamanan ini tetap akan berlanjut.
Bahkan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah mengonfirmasi kehadirannya sebagai pembicara kunci atau keynote speaker.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin juga dijadwalkan sebagai salah satu pembicara.
Namun akhirnya International Institute for Strategic Studies (IISS) mengumumkan pembatalan acara pada Kamis (20/5/2021).
Baca juga: Singapura Lockdown Parsial Lagi, Ini Berbagai Aturan dan Larangannya
Sementara itu World Economic Forum (WEF) yang akan menghadirkan kepala negara dan pemimpin bisnis terkemuka dunia, awalnya akan digelar pada Agustus mendatang dari tanggal 17-20.
Sebanyak 1.000 delegasi dari penjuru dunia akan terbang ke Singapura untuk membahas isu-isu global terutama penyebaran Covid-19 di hotel Marina Bay Sands.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.