Kompas.com - 20/05/2021, 13:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memobilisasi dukungan terhadap Palestina.

Anadolu Agency mewartakan, Haniyeh meminta bantuan Indonesia melalui surat yang dikirim kepada Jokowi pada Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Israel-Palestina Hari Ini: Pejabat Hamas Menduga Gencatan Senjata Segera Terwujud

Dalam surat yang dikutip oleh Anadolu Agency, Haniyeh meminta Jokowi untuk memobilisasi dukungan Arab, Islam dan, internasional guna menekan Israel untuk menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza.

Dia juga mendorong Jokowi untuk menekan Israel supaya berhenti melakukan pelanggaran di Yerusalem yang diduduki.

Pelanggaran tersebut seperti mendirikan permukiman ilegal, penggusuran paksa di lingkungan Sheikh Jarrah, dan diskriminasi rasial.

Sebagai penutup suratnya, Haniyeh mendoakan Jokowi serta mengharapkan perkembangan lebih lanjut dari Indonesia.

Baca juga: Menolak Mundur, Hamas Ancam Serangan Balas Dendam ke Israel

Sementara itu, Israel masih terus melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sejak kekerasan terbaru meletus sekitar 10 hari lalu.

Setidaknya 227 warga Palestina telah tewas, termasuk 64 anak-anak dan 38 wanita, akibat rentetan serangan dari Israel.

Selain itu, 1.620 orang dilaporkan mengalami luka-luka karena serangan dari Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sementara itu, 28 warga Palestina, termasuk 4 anak-anak, tewas di Tepi Barat yang diduduki akibat bentrokan dengan pasukan keamanan Israel.

Baca juga: Israel Meninjau apakah Memungkinkan Gencatan Senjata dengan Hamas

Di sisi lain, 12 orang Israel tewas akibat tembakan roket dari Jalur Gaza.

Kekerasan bermula ketika Israel berupaya menggusur warga Palestina di wilayah Yerusalem Timur.

Ketegangan semakin memuncak ketika polisi Israel menyerbu jemaah di kompleks Masjid Al-Aqsa saat bulan suci Ramadhan sehingga bentrokan pecah.

Setelah itu, Hamas yang mengontrol Gaza menembakkan roketnya ke Israel sebagai tanggapan atas aksi Israel terhadap warga Palestina.

Israel membalas serangan roket tersebut dengan rentetan serangan udara yang terus berlangsung selama lebih dari 10 hari terakhir.

Baca juga: Israel Akui Berusaha Membunuh Panglima Militer Hamas Beberapa Kali

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Monumen Misterius Georgia Guidestones Meledak

Monumen Misterius Georgia Guidestones Meledak

Global
Presiden Uzbekistan Salahkan “Pasukan Asing” atas Pecahnya Kerusuhan di Karakalpakstan

Presiden Uzbekistan Salahkan “Pasukan Asing” atas Pecahnya Kerusuhan di Karakalpakstan

Global
Gitaris Top Carlos Santana Pingsan Saat Konser karena Lupa Makan dan Minum

Gitaris Top Carlos Santana Pingsan Saat Konser karena Lupa Makan dan Minum

Global
Ancaman Mata-mata China Kian Genting, Petinggi FBI dan MI5 Bertemu

Ancaman Mata-mata China Kian Genting, Petinggi FBI dan MI5 Bertemu

Global
Xi Jinping, Biden dan Putin

Xi Jinping, Biden dan Putin

Global
8 Kandidat Teratas PM Inggris yang Mungkin Akan Gantikan Boris Johnson

8 Kandidat Teratas PM Inggris yang Mungkin Akan Gantikan Boris Johnson

Global
Kudeta Militer Myanmar: Siapa yang Memenangkan Perang Saudara?

Kudeta Militer Myanmar: Siapa yang Memenangkan Perang Saudara?

Global
Krisis Myanmar Berlarut-larut, Keanggotannya di ASEAN Perlu Ditangguhkan?

Krisis Myanmar Berlarut-larut, Keanggotannya di ASEAN Perlu Ditangguhkan?

Global
Mengapa Banyak Menteri Memilih Mundur dari Pemerintahan Boris Johnson?

Mengapa Banyak Menteri Memilih Mundur dari Pemerintahan Boris Johnson?

Global
Sri Lanka Bangkrut, Minta Putin Pinjamkan BBM dan Buka Jalur Wisata untuk Turis

Sri Lanka Bangkrut, Minta Putin Pinjamkan BBM dan Buka Jalur Wisata untuk Turis

Global
Daftar 44 Pejabat dan Menteri Inggris yang Keluar, PM Boris Johnson Semakin Tertekan

Daftar 44 Pejabat dan Menteri Inggris yang Keluar, PM Boris Johnson Semakin Tertekan

Global
Singapura Tidak Akan Lockdown meski Dihantam Gelombang Ke-8 Covid-19

Singapura Tidak Akan Lockdown meski Dihantam Gelombang Ke-8 Covid-19

Global
Singapura Konfirmasi Kasus Pertama Penularan Lokal Cacar Monyet

Singapura Konfirmasi Kasus Pertama Penularan Lokal Cacar Monyet

Global
Rangkuman Hari Ke-133 Serangan Rusia ke Ukraina, Telepon Putin dan Macron Bocor, Warga Didesak Tinggalkan Donbass

Rangkuman Hari Ke-133 Serangan Rusia ke Ukraina, Telepon Putin dan Macron Bocor, Warga Didesak Tinggalkan Donbass

Global
[POPULER GLOBAL] Taiwan Tolak Mi Instan Indonesia | Koper Isi Rp 6,6 Miliar di Pemilu Papua Nugini

[POPULER GLOBAL] Taiwan Tolak Mi Instan Indonesia | Koper Isi Rp 6,6 Miliar di Pemilu Papua Nugini

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.