3 Pertimbangan Indonesia Tolak R2P dan Pencegahan Genosida di Sidang Umum PBB

Kompas.com - 20/05/2021, 11:04 WIB
Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah KemluPlt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri RI memaparkan tiga pertimbangan Indonesia menolak resolusi R2P (Responsibility to Protect) di Sidang Umum PBB.

Resolusi R2P yang pemungutan suaranya dilakukan pada Selasa (18/5/2021) merupakan prinsip dan kesepakatan internasional, yang bertujuan mencegah genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis, dan kejahatan terhadap kemanusiaan lainnya.

Dalam keterangan tertulisnya Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah menerangkan, ada tiga pertimbangan Indonesia melakukan penolakan.

Baca juga: Indonesia Tolak Resolusi Pencegahan Genosida dalam Sidang Umum PBB

  1. Tidak perlu membentuk mata agenda baru, karena selama ini pembahasan R2P di UNGA (Sidang Majelis Umum/SMU PBB) sudah berjalan dan penyusunan laporan Sekjen selalu dapat dilaksanakan.
  2. Pembahasan R2P oleh SMU PBB selalu dapat dilaksanakan dan sudah ada mata agendanya yaitu follow up to outcome of millenium summit.
  3. Konsep R2P juga sudah jelas tertulis di Resolusi 60/1 (2005 World Summit Outcome Document), paragraf 138-139.

Ia melanjutkan, intinya “Posisi voting Indonesia adalah terkait rancangan resolusi dimaksud (prosedural), bukan terhadap gagasan R2P,”

"Indonesia mendukung penuh gagasan R2P dan bahkan pada tingkat tertinggi. Presiden RI mendukung diadopsinya Res 60/1 secara konsensus pada tahun 2005."

"Posisi Indonesia masih sama hingga kini, yaitu selalu aktif terlibat dalam pembahasan R2P semenjak 2005 hingga kini."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ke depannya Indonesia akan terus aktif bahas R2P, terlepas dari posisi voting Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: Apa Itu R2P yang Ditolak Indonesia dan Ramai di Medsos?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Global
Lonjakan Baru Covid-19 China, Tiga Kota Kembali Lakukan Uji Massal dan Penguncian

Lonjakan Baru Covid-19 China, Tiga Kota Kembali Lakukan Uji Massal dan Penguncian

Global
Gadis Ini Tak Bilang Punya Kontrakan, padahal Ditempati dan Dibayar Pacarnya Sendiri

Gadis Ini Tak Bilang Punya Kontrakan, padahal Ditempati dan Dibayar Pacarnya Sendiri

Global
10 Dewa dan Dewi Terpenting dari Peradaban Bangsa Mesir Kuno

10 Dewa dan Dewi Terpenting dari Peradaban Bangsa Mesir Kuno

Internasional
Melihat Kehidupan Warga Afghanistan Sebulan Setelah Taliban Berkuasa

Melihat Kehidupan Warga Afghanistan Sebulan Setelah Taliban Berkuasa

Global
Korsel Minta Bantuan China Bawa Korut Bernegosiasi

Korsel Minta Bantuan China Bawa Korut Bernegosiasi

Global
Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan, Hanya Beri Waktu Tiga Hari untuk Pergi

Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan, Hanya Beri Waktu Tiga Hari untuk Pergi

Global
Diplomat Afghanistan Serukan Dunia Jangan Akui Pemerintah Bentukan Taliban

Diplomat Afghanistan Serukan Dunia Jangan Akui Pemerintah Bentukan Taliban

Global
Petinggi Taliban Abdul Ghani Baradar Masuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Petinggi Taliban Abdul Ghani Baradar Masuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Global
Fakta Menarik Papua Nugini, Budaya Beragam, Kaya Sumber Daya Alam

Fakta Menarik Papua Nugini, Budaya Beragam, Kaya Sumber Daya Alam

Global
Adik Kim Jong Un Marah, Peringatkan Kehancuran Hubungan Dua Korea Setelah Sama-sama Uji Rudal Balistik

Adik Kim Jong Un Marah, Peringatkan Kehancuran Hubungan Dua Korea Setelah Sama-sama Uji Rudal Balistik

Global
Batal Gandeng Perancis, Australia Bikin Kapal Selam Nuklir dengan AS dan Inggris

Batal Gandeng Perancis, Australia Bikin Kapal Selam Nuklir dengan AS dan Inggris

Global
16 September dalam Sejarah: Papua Nugini Merdeka pada 1975

16 September dalam Sejarah: Papua Nugini Merdeka pada 1975

Global
6 Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara Israel Gali Terowongan sejak Desember 2020

6 Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara Israel Gali Terowongan sejak Desember 2020

Global
Sidang Umum PBB Ke-76, Ini 4 Isu yang Diangkat Indonesia

Sidang Umum PBB Ke-76, Ini 4 Isu yang Diangkat Indonesia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.