Israel Hancurkan Satu-satunya Laboratorium Covid-19 di Gaza, Pengujian Berhenti Total

Kompas.com - 19/05/2021, 12:05 WIB
Foto yang menunjukkan sisa-sisa bangunan enam lantai yang dihancurkan oleh serangan udara Israel dini hari, di Kota Gaza, Selasa (18/5/2021). Israel melakukan gelombang serangan udara terhadap apa yang dikatakannya sebagai sasaran militan di Gaza, meratakan gedung enam lantai di pusat kota Gaza City. Sementara itu milisi Palestina menembakkan puluhan roket ke Israel Selasa pagi, yang terbaru dalam perang keempat antara kedua belah pihak yang sekarang memasuki minggu kedua. AP PHOTO/KHALIL HAMRAFoto yang menunjukkan sisa-sisa bangunan enam lantai yang dihancurkan oleh serangan udara Israel dini hari, di Kota Gaza, Selasa (18/5/2021). Israel melakukan gelombang serangan udara terhadap apa yang dikatakannya sebagai sasaran militan di Gaza, meratakan gedung enam lantai di pusat kota Gaza City. Sementara itu milisi Palestina menembakkan puluhan roket ke Israel Selasa pagi, yang terbaru dalam perang keempat antara kedua belah pihak yang sekarang memasuki minggu kedua.

GAZA CITY, KOMPAS.com – Israel menghancurkan satu-satunya laboratorium di Jalur Gaza yang mampu memproses tes Covid-19.

Laboratorium tersebut rusak akibat serangan udara yang dilancarkan Israel pada Senin (17/5/2021).

Melansir The Hill, hancurnya laboratorium tersebut membuat pengujian virus corona di daerah kantong itu berhenti total.

Baca juga: Sistem Kesehatan di Gaza Kocar-Kacir, Para Dokter Berteriak Kewalahan

The New York Times melaporkan, serangan udara tersebut awalnya menargetkan gedung lain di seberang laboratorium tersebut.

Serangan itu mengenai target dan menghancurkannya, namun puing-puing gedung dan peluru dari serangan itu menyebar dan merusak laboratorium tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kantor Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas juga rusak akibat ledakan itu, menurut Direktur Pengobatan Pencegahan Kementerian Kesehatan Majdi Dhair.

Dhair mengatakan kepada The New York Times bahwa seorang pegawai kementerian terluka parah dan dirawat di rumah sakit setelah terkena puing-puing.

Baca juga: Perancis Dorong Kembali Resolusi Gencatan Senjata atas Konflik di Gaza

“Serangan ini biadab. Tidak ada cara untuk membenarkannya,” tutur Dhair.

Dhair bertutur kepada The New York Times kalau dia yakin peralatan di dalam laboratorium tersebut masih berfungsi.

Namun, dia menambahkan, akan membutuhkan setidaknya satu hari untuk membersihkan dan mempersiapkan laboratorium untuk pengujian Covid-19 lagi.

Sebelum laboratorium siap, tim medis belum bisa melakukan pengujian Covid-19.

Baca juga: 11 Anak di Gaza yang Dirawat untuk Atasi Trauma Tewas dalam Serangan Israel

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16 Distrik di India Matikan Internet Saat Ujian Guru agar Tak Ada yang 'Nyontek'

16 Distrik di India Matikan Internet Saat Ujian Guru agar Tak Ada yang "Nyontek"

Global
Misteri Kota Orang Mati, Tempat 10.000 Mayat Dikubur bersama Barang-barang Mereka

Misteri Kota Orang Mati, Tempat 10.000 Mayat Dikubur bersama Barang-barang Mereka

Global
Najib Razak Makin Aktif, Akankah 'Comeback' ke Politik Malaysia?

Najib Razak Makin Aktif, Akankah "Comeback" ke Politik Malaysia?

Global
Pemilihan PM Jepang: 4 Calon Bertarung, Siapa Pengganti Yoshihide Suga?

Pemilihan PM Jepang: 4 Calon Bertarung, Siapa Pengganti Yoshihide Suga?

Global
Sempat Ramaikan Dunia Maya, Inilah Kisah Asal-usul Meme

Sempat Ramaikan Dunia Maya, Inilah Kisah Asal-usul Meme

Global
Yao Ming, Pebasket China yang Tertawanya Jadi Bahan Meme Ikonik

Yao Ming, Pebasket China yang Tertawanya Jadi Bahan Meme Ikonik

Global
9 Kisah Ramalan Sejarah dari Kerajaan China Kuno hingga Napoleon III

9 Kisah Ramalan Sejarah dari Kerajaan China Kuno hingga Napoleon III

Internasional
Tentara Wanita AS Dapat Serangan dari Sekelompok Pria Afghanistan di Kamp Pengungsi

Tentara Wanita AS Dapat Serangan dari Sekelompok Pria Afghanistan di Kamp Pengungsi

Global
Penyelam Amatir Temukan Harta Karun Peninggalan Kekaisaran Romawi saat Bersihkan Sampah Dasar Laut

Penyelam Amatir Temukan Harta Karun Peninggalan Kekaisaran Romawi saat Bersihkan Sampah Dasar Laut

Global
Serial Ultraman Tiga Dilarang Tayang di China karena 'Terlalu Kasar'

Serial Ultraman Tiga Dilarang Tayang di China karena "Terlalu Kasar"

Global
Gilgamesh, Sosok Dua Per Tiga Dewa dari Mesopotamia Kuno

Gilgamesh, Sosok Dua Per Tiga Dewa dari Mesopotamia Kuno

Global
Black Hole Bermassa 100 Miliar Matahari, Hal Terberat di Semesta?

Black Hole Bermassa 100 Miliar Matahari, Hal Terberat di Semesta?

Global
Siapa Xu Jiayin Pendiri Evergrande, Pengembang Properti yang Berutang Rp 4,2 Kuadriliun

Siapa Xu Jiayin Pendiri Evergrande, Pengembang Properti yang Berutang Rp 4,2 Kuadriliun

Global
Apa Itu Sirine Pertahanan Sipil dan Fungsinya di Masa Kini?

Apa Itu Sirine Pertahanan Sipil dan Fungsinya di Masa Kini?

Global
Bela Barenyi, Penemu Sistem Keselamatan Mobil  yang Berjasa

Bela Barenyi, Penemu Sistem Keselamatan Mobil yang Berjasa

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.