Hasil Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Covid-19 India

Kompas.com - 18/05/2021, 08:56 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCKIlustrasi Vaksin Covid-19

NEW YORK, KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna akan tetap sangat efektif melawan dua varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di India, menurut penelitian baru yang dilakukan oleh para ilmuwan Amerika Serikat (AS).

Studi berbasis laboratorium dilakukan oleh NYU Grossman School of Medicine dan NYU Langone Center. Hasil ini masih termasuk dalam pengujian awal karena belum dipublikasikan dalam jurnal akademik.

Baca juga: 90.000 Dokter India dari Luar Negeri Bersedia Pulang Bantu Perangi Covid-19 di Tanah Air, tapi ...

"Apa yang kami temukan adalah bahwa antibodi vaksin sedikit lebih lemah terhadap varian, tetapi hanya sedikit (melemahkan). Jadi itu (varian Covid-19 India) tidak akan banyak berpengaruh pada kemampuan perlindungan vaksin," kata peneliti senior Nathaniel "Ned" Landau kepada AFP pada Senin (17/5/2021).

Para peneliti pertama kali mengambil darah dari orang yang divaksinasi dengan salah satu dari dua suntikan, yang dominan di AS dan telah diberikan kepada lebih dari 150 juta orang Amerika.

Mereka kemudian memaparkan sampel ini di laboratorium ke partikel pseudovirus yang direkayasa, yang mengandung mutasi di bagian virus corona yang mengalami “lonjakan.”

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut secara khusus ditemukan pada varian B.1.617 atau B.1.618, yang pertama kali ditemukan di India.

Akhirnya, campuran itu diekspos ke sel yang tumbuh di laboratorium, untuk melihat berapa banyak yang akan terinfeksi.

Baca juga: Politisi India Ini Mengaku Tak Kena Covid-19 karena Minum Kencing Sapi

Partikel pseudovirus yang direkayasa mengandung enzim yang disebut luciferase. Enzim itu digunakan kunang-kunang untuk menghasilkan cahaya.

Dengan menambahkannya ke pseudovirus, itu memungkinkan peneliti mengetahui berapa banyak sel yang terinfeksi berdasarkan pengukuran cahaya.

Secara keseluruhan, untuk varian B.1.617 mereka menemukan pengurangan hampir empat kali lipat dalam jumlah antibodi penetral (protein berbentuk Y yang diciptakan sistem kekebalan untuk menghentikan patogen menyerang sel).

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Internasional
Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Global
Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Global
Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Global
Viral, Video Guru Telepon Satu-satu Muridnya karena Hanya 10 yang Masuk Kelas Online

Viral, Video Guru Telepon Satu-satu Muridnya karena Hanya 10 yang Masuk Kelas Online

Global
Sama-sama Disegani, Inilah Perbandingan Pasukan Khusus Iran dan Israel

Sama-sama Disegani, Inilah Perbandingan Pasukan Khusus Iran dan Israel

Global
Covid-19 Indonesia Tembus 2 Juta Kasus, Beritanya Populer di Media Asing

Covid-19 Indonesia Tembus 2 Juta Kasus, Beritanya Populer di Media Asing

Global
Gajah di Thailand Jebol Tembok Dapur Rumah Orang dan Curi Sekantong Beras

Gajah di Thailand Jebol Tembok Dapur Rumah Orang dan Curi Sekantong Beras

Global
Inspirasi Energi: Peluang dan Tantangan Menuju Nol Emisi Karbon

Inspirasi Energi: Peluang dan Tantangan Menuju Nol Emisi Karbon

Internasional
Parlemen Swedia Loloskan Mosi Tidak Percaya terhadap PM Stefan Lofven

Parlemen Swedia Loloskan Mosi Tidak Percaya terhadap PM Stefan Lofven

Global
Pacar Selingkuh dengan Kakek, Pria Ini Kaget Anaknya Ternyata adalah Pamannya

Pacar Selingkuh dengan Kakek, Pria Ini Kaget Anaknya Ternyata adalah Pamannya

Global
Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Korban Konflik Mali di Burkina Faso

Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Korban Konflik Mali di Burkina Faso

Global
China Klaim Sudah Beri Satu Miliar Dosis Vaksin Covid-19 pada Warganya

China Klaim Sudah Beri Satu Miliar Dosis Vaksin Covid-19 pada Warganya

Global
komentar
Close Ads X