Kompas.com - 17/05/2021, 19:05 WIB
Bola api mengepul dari sebuah gedung di kawsan Rimal, Gaza City, pada 16 Mei, selama bombardir Israel ke area yang dikuasai Hamas tersebut. AFP PHOTO/BASHAR TALEBBola api mengepul dari sebuah gedung di kawsan Rimal, Gaza City, pada 16 Mei, selama bombardir Israel ke area yang dikuasai Hamas tersebut.

GAZA CITY, KOMPAS.com - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan, mereka berhasil menghancurkan terowongan yang dipakai militan Hamas di Gaza.

Dalam pernyataan IDF, mereka telah meratakan sistem terowongan "Metro" sepanjang 9,3 mile, atau 15 km.

"(Terowongan) sepanjang 9,3 mile itu kini tidak akan bisa lagi dipergunakan," ujar IDF dikutip BBC Senin (17/5/2021).

Baca juga: Israel Umumkan Tewaskan Komandan Jihad Islam di Gaza

Tidak dijelaskan apakah ada korban jiwa, baik dari Hamas maupun sipil, dalam serangan Israel tersebut.

Pada pekan lalu, IDF disebut menipu faksi Palestina di Gaza itu dengan mengumumkan menggerakkan pasukan darat.

Dengan demikian, faksi Palestina itu akan bersembunyi di terowongan yang dipakai untuk menyergap tank dan tentara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

IDF yang tahu Hamas bersembunyi menunggu kedatangan mereka pun langsung membombardir terowongan persembunyian itu.

Sementara itu, sebuah gedung tiga lantai dilaporkan rusak dihantam jet tempur IDF. Namun warga sudah diperingatkan untuk pergi 10 menit sebelumnya.

Wali Kota Gaza Yahya Sarraj kepada Al Jazeera TV menyatakan, serangan itu merusak jalanan dan infrastruktur lainnya.

"Jika agresi ini terus berlanjut, maka kami harus siap dengan risiko terburuk," papar Sarraj dikutip New York Post.

IDF mengeklaim dikutip Haaretz, mereka sudah menyasar 1.080 target sejak Operation Guardian of the Walls dimulai.

Semenrara Hamas menembakkan 3.150 roket, dengan sistem pertahanan Iron Dome disebut menghancurkan 90 persen serangan.

Ketegangan ini dimulai pada 10 Mei, ketika Hamas menembakkan roket jarak jauh, merepons bentrokan polisi dan massa di Terusalem.

Baca juga: Erdogan Desak Paus Fransiskus Bantu Hentikan Pembantaian Israel di Gaza


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Global
Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Global
Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Global
Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Global
Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Internasional
Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Global
Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Internasional
Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Internasional
Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Global
Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada 'Dari Sabang sampai Merauke'

Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada "Dari Sabang sampai Merauke"

Internasional
Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Global
Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Global
Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Global
Uni Eropa Izinkan 'Perjalanan Tidak Penting' dari AS dan Negara Lain

Uni Eropa Izinkan "Perjalanan Tidak Penting" dari AS dan Negara Lain

Global
Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Global
komentar
Close Ads X