Kompas.com - 17/05/2021, 15:56 WIB
Sopir taksi, Wasan Sukjit, meletakkan kain simbol Buddha di atas kursi pengemudi mobilnya sebelum berangkat bekerja di Bangkok. AFP PHOTO/LILLIAN SUWANRUMPHASopir taksi, Wasan Sukjit, meletakkan kain simbol Buddha di atas kursi pengemudi mobilnya sebelum berangkat bekerja di Bangkok.

"Itu benar-benar tergantung pada seberapa besar nilainya bagi pikiran saya."

Baca juga: PM Thailand Diberi Kekuatan Baru Cegah Penyebaran Covid-19

Perlindungan spiritual

Tradisi mengumpulkan, membeli dan menjual jimat sangat populer di Thailand.

Bangkok bahkan memiliki pasar khusus di kawasan bersejarahnya, di mana jimat yang diberkati oleh kepala biara populer mendapat harga yang lumayan.

Pemerintah telah menutup pasar setiap kali infeksi Covid-19 melonjak selama setahun terakhir. Pasalnya bazaar benda ini sangat populer di antara orang Thailand yang lebih tua.

"Yang paling mahal yang saya miliki adalah sekitar 10.000-20.000 baht (Rp 4,5-9 juta)," kata sopir taksi Wasan Sukjit, 43 (tahun). Dia mengaku menerima jimat langka dari berbagai provinsi sebagai hadiah.

Taksinya juga memiliki gulungan kain besar yang menampilkan seorang biksu Buddha yang menghiasi langit-langitnya, seolah-olah kepala biara mengawasinya saat ia melewati lalu lintas yang tersendat di Bangkok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di antara pengemudi taksi, kepercayaan pada benda-benda suci ini dipicu oleh kisah ajaib tentang pengemudi yang selamat dari kecelakaan di jalan-jalan Thailand yang terkenal berbahaya.

Baca juga: Tak Pakai Masker saat Rapat, PM Thailand Didenda Rp 2,7 Juta

Kerajaan Thailand memiliki beberapa jalan paling mematikan di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, nomor dua setelah Libya yang dilanda perang.

"Beberapa mobil berhias jimat Buddha mengalami kecelakaan kendaraan tetapi pengemudinya hanya mengalami luka dan goresan kecil," kata Wasan kepada AFP, seraya menambahkan bahwa kabinnya yang “berlapis” juga "membantu menarik pelanggan".

Koleksinya yang luas dapat memberikan ketenangan pikiran kepada penumpang dari virus.

"Tapi tentu saja pelindung fisik dan nyata harus berupa masker, dan hand sanitizer," katanya, masker bedanya selalu terikat ke wajahnya.

 

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keturunan Sunda, Mantan Pramugari Malaysia Ini Namanya Badjie Xatieqoutieqc

Keturunan Sunda, Mantan Pramugari Malaysia Ini Namanya Badjie Xatieqoutieqc

Global
Nasib Pengungsi di Rakhine Myanmar di Tengah Pandemi Covid-19

Nasib Pengungsi di Rakhine Myanmar di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Biden Siapkan Insentif Vaksin Covid-19 Rp 1,4 Juta untuk Warganya

Biden Siapkan Insentif Vaksin Covid-19 Rp 1,4 Juta untuk Warganya

Global
Rangka Jembatan LRT Malaysia Ambruk, 1 Tewas, TKA Asal Indonesia Luka Ringan

Rangka Jembatan LRT Malaysia Ambruk, 1 Tewas, TKA Asal Indonesia Luka Ringan

Global
Profil Pemimpin Dunia: Moon Jae In, Presiden Korea Selatan

Profil Pemimpin Dunia: Moon Jae In, Presiden Korea Selatan

Global
China-Rusia Gelar Latihan Militer Skala Besar, 10.000 Tentara Terlibat

China-Rusia Gelar Latihan Militer Skala Besar, 10.000 Tentara Terlibat

Global
Pria di India Tewas Diinjak Gajah, Videonya Ditonton sampai 180.000 Kali

Pria di India Tewas Diinjak Gajah, Videonya Ditonton sampai 180.000 Kali

Global
Serba-serbi Olimpiade Perancis 1900 dan Hal Unik yang Terjadi

Serba-serbi Olimpiade Perancis 1900 dan Hal Unik yang Terjadi

Global
Kisah William 'Bumper' Haris, Insinyur Berkaki Satu yang Naik Eskalator Pertama di London

Kisah William "Bumper" Haris, Insinyur Berkaki Satu yang Naik Eskalator Pertama di London

Global
VIDEO: Kebakaran Hutan Turki Merambat ke Kota, Ada 53 Titik Api, 3 Orang Tewas

VIDEO: Kebakaran Hutan Turki Merambat ke Kota, Ada 53 Titik Api, 3 Orang Tewas

Global
30 Juli dalam Sejarah: Jambore Pramuka Pertama di Dunia pada 1920

30 Juli dalam Sejarah: Jambore Pramuka Pertama di Dunia pada 1920

Global
Banjir Bandang Melanda Afghanistan 60 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Banjir Bandang Melanda Afghanistan 60 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Global
Luncurkan Kampanye Dosis Ketiga Vaksin Covid-19, Israel Jadi Tempat Percobaan

Luncurkan Kampanye Dosis Ketiga Vaksin Covid-19, Israel Jadi Tempat Percobaan

Global
China Harap Taliban Berperan Akhiri Konflik di Afghanistan

China Harap Taliban Berperan Akhiri Konflik di Afghanistan

Global
Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Global
komentar
Close Ads X