Tribune Sinagoge Dekat Yerusalem Runtuh, 1 Pria dan 1 Anak-anak Tewas

Kompas.com - 17/05/2021, 10:24 WIB
Detik-detik tribun di sebuah sinagoga di dekat Yerusalem runtuh. Sinagoga tersebut terletak di Givat Zeev di Tepi Barat yang diduduki. TWITTER via CNNDetik-detik tribun di sebuah sinagoga di dekat Yerusalem runtuh. Sinagoga tersebut terletak di Givat Zeev di Tepi Barat yang diduduki.

GIVAT ZEEV, KOMPAS.com - Dua orang, terdiri dari satu pria dan satu anak-anak, menjadi korban tewas runtuhnya tribune sinagoge dekat Yerusalem.

Lebih dari 150 orang terluka saat peziarah ultra-Ortodoks beribadah di Tepi Barat untuk merayakan hari libur Yahudi pada Minggu (16/5/2021).

Rekaman amatir menunjukkan struktur tempat duduk berjenjang roboh saat ibadah, membuat umatnya berjatuhan.

Baca juga: Detik-detik Tribune Sinagoge Dekat Yerusalem Runtuh, Rumah Sakit Kewalahan Tampung Korban

Korban tewas runtuhnya tribune sinagoge itu teridentifikasi pria berusia 50-an dan bocah umur 12 tahun.

Tim medis dan penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian, di mana korban luka dievakuasi menggunakan helikopter militer.

Pejabat setempat menuturkan, bangunan lima lantai itu berbahaya dan cacat, dengan rekaman menunjukkan plastik digunakan sebagai jendela.

Wali Kota Givat Zeev mengeluhkan, polisi mengabaikan tindakan bahwa bangunan tersebut belum sempurna.

Kepala Polisi Yerusalem Doron Turgeman menyatakan, bencana ini terjadi karena kecerobohan, dan menjanjikan penangkapan bagi pelaku.

Dilansir Sky News, Deddi Simhi sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Israel berujar bangunan itu sejak awal sudah cacat.

"Gedung ini belum selesai bahkan tidak punya izin pembangunan. Namun, masih mengizinkan adanya kegiatan," keluhnya kepada Channel 12.

Pihak berwajib pun memasang tanda dinding gedung, berisi peringatan bangunan tersebut terlarang dimasuki.

Saat kejadian, umat tengah bersiap merayakan Shavuot, festival perayaan musim semi dan peringatan Taurat diberikan ke Musa di Gunung Sinai.

Insiden ini terjadi beberapa pekan setelah 45 Yahudi ultra-Ortodoks tewas terinjak-injak di utara Israel.

Kejadian memilukan ini merupakan bencana terparah yang menimpa penduduk sipil sepanjang berdirinya Israel.

Baca juga: Netanyahu Bela Penanganan Polisi Israel dalam Bentrokan di Yerusalem


Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita yang Mengaku Lahirkan 10 Bayi Dibawa ke Bangsal Psikiatri

Wanita yang Mengaku Lahirkan 10 Bayi Dibawa ke Bangsal Psikiatri

Global
Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal 'Fenomena Udara Tak Dikenal'

Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal "Fenomena Udara Tak Dikenal"

Global
Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Global
7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

Global
Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Global
Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Global
Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Global
Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Global
Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Global
Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Global
Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Global
Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Global
Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Global
Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Global
Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Global
komentar
Close Ads X