Kompas.com - 17/05/2021, 07:19 WIB
Orang-orang di Montreal menghadiri demonstrasi pada Sabtu (15/5/2021) untuk mengecam tindakan militer Israel di wilayah Palestina. THE CANADIAN PRESS/GRAHAM HUGHES via AP PHOTOOrang-orang di Montreal menghadiri demonstrasi pada Sabtu (15/5/2021) untuk mengecam tindakan militer Israel di wilayah Palestina.

MONTREAL, KOMPAS.com – Kelompok pendukung Palestina bentrok dengan kelompok pendukung Israel di Montreal, Kanada, pada Minggu (16/5/2021).

Polisi membubarkan bentrokan tersebut dengan menembakkan gas air mata sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Dukung Palestina, Massa Gelar Demo Besar-besaran di AS

Bentrokan tersebut terjadi ketika Israel membombardir Jalur Gaza secara intens. Sementara milisi di Jalur Gaza menembakkan roket ke Israel.

Mulanya, seratusan orang membawa bendera Israel berkumpul di alun-alun Montreal untuk mengekspresikan solidaritasnya dengan Israel.

Setelah itu, kelompok pendukung Palestina datang di lokasi tersebut. Aksi demo mulanya berjalan damai namun bentrokan tiba-tiba saja pecah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepolisian Kota Montreal (SPVM) menyatakan bahwa aksi protes tersebut legal.

Baca juga: Mitos-mitos Konflik Palestina dan Israel yang Berusia 100 Tahun

Wartawan AFP di tempat kejadian melaporkan, regu polisi antihuru-hara turun tangan menggunakan gas air mata untuk memisahkan dan membubarkan kedua kelompok.

Sore harinya, polisi mengejar para pengunjuk rasa pro-Palestina yang menyebar dan berkumpul kembali di jalan-jalan komersial di pusat kota Montreal.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/5/2021), seribuan demonstran pro-Palestina berkumpul di Montreal.

Mereka menggelar aksi yang memprotes kekerasan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Mereka menyebut Israel telah melakukan penindasan dan kejahatan perang.

Baca juga: Pertama Kali, Biden Telepon Presiden Palestina saat Konflik Berkecamuk

Pada Sabtu pula, kelompok pro-Palestina juga menggelar aksi beberapa kota di Kanada seperti Toronto, Ottawa, dan Vancouver.

Pada Minggu, Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza, menewaskan 42 orang di sana.

Serangan tersebut dianggap sebagai serangan paling mematikan dalam sehari sejak kekerasan dimulai sekitar sepekan lalu.

Baca juga: Duel Kepentingan Hamas dan Netanyahu dalam Konflik Israel-Palestina 2021


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor Google AS Wajibkan Pekerja Divaksinasi Penuh Sebelum Masuk Kerja

Kantor Google AS Wajibkan Pekerja Divaksinasi Penuh Sebelum Masuk Kerja

Global
Kudeta Tunisia: Kepala Stasiun TV Nasional Dipecat karena Larang Aktivis Tampil

Kudeta Tunisia: Kepala Stasiun TV Nasional Dipecat karena Larang Aktivis Tampil

Global
Diprotes Soal Aturan Covid-19, Presiden Perancis Digambarkan Seperti Hitler dalam Reklame Raksasa

Diprotes Soal Aturan Covid-19, Presiden Perancis Digambarkan Seperti Hitler dalam Reklame Raksasa

Global
Panduan Baru Covid-19 CDC Membingungkan, Direktur CDC Ditekan dalam Wawancara TV

Panduan Baru Covid-19 CDC Membingungkan, Direktur CDC Ditekan dalam Wawancara TV

Global
Kalahkan Elon Musk, Perusahaan Kecil AS Inilah yang Disetujui untuk Uji Chip Otak Manusia

Kalahkan Elon Musk, Perusahaan Kecil AS Inilah yang Disetujui untuk Uji Chip Otak Manusia

Global
Sebut Atlet Korea Selatan Sipit, Komentator Olahraga Yunani Dipecat

Sebut Atlet Korea Selatan Sipit, Komentator Olahraga Yunani Dipecat

Global
China Tunjuk 'Prajurit Serigala' Jadi Dubes Baru di AS, Lebih Galak dari Pendahulunya

China Tunjuk "Prajurit Serigala" Jadi Dubes Baru di AS, Lebih Galak dari Pendahulunya

Global
Kasus Melonjak, Thailand Ubah Fasilitas Bandara Bangkok Jadi Rumah Sakit Covid-19 Darurat

Kasus Melonjak, Thailand Ubah Fasilitas Bandara Bangkok Jadi Rumah Sakit Covid-19 Darurat

Global
Elektabilitas Duterte Masih Tinggi meski Filipina Dihantam Resesi akibat Covid-19

Elektabilitas Duterte Masih Tinggi meski Filipina Dihantam Resesi akibat Covid-19

Global
China Kecam Media Barat yang Pasang Foto “Jelek” Atlet Angkat Besinya

China Kecam Media Barat yang Pasang Foto “Jelek” Atlet Angkat Besinya

Global
Lagi, Kapal Perusak Milik AS Transit di Selat Taiwan

Lagi, Kapal Perusak Milik AS Transit di Selat Taiwan

Global
Bisakah Dosis Vaksin yang Lebih Rendah Jadi Solusi Akhiri Covid-19?

Bisakah Dosis Vaksin yang Lebih Rendah Jadi Solusi Akhiri Covid-19?

Global
Perempuan Berdaya: Julie D'Aubigny, Ikon Feminis Perancis dari Abad ke-17

Perempuan Berdaya: Julie D'Aubigny, Ikon Feminis Perancis dari Abad ke-17

Internasional
Setelah Dituding Lakukan Kudeta, Ini Rencana Presiden Tunisia

Setelah Dituding Lakukan Kudeta, Ini Rencana Presiden Tunisia

Global
Ribuan Ilmuwan Peringatkan Titik Kritis Iklim Sudah Dekat, Apa Tanda-tandanya?

Ribuan Ilmuwan Peringatkan Titik Kritis Iklim Sudah Dekat, Apa Tanda-tandanya?

Global
komentar
Close Ads X