Muslim Gaza Laksanakan Shalat Idul Fitri di Tengah Ancaman Serangan Udara Israel

Kompas.com - 13/05/2021, 17:07 WIB
Muslim Palestina ketika melakukan Shalat Idul Fitri di luar bangunan yang hancur terkena serangan udara Israel di kawasan Beit Lahia, Gaza, pada 13 Mei 2021. Angkatan udara Israel menyatakan melakukan sejumlah serangan untuk menggempur Hamas, faksi Palestina yang menguasai Gaza. AFP PHOTO/MAHMUD HAMSMuslim Palestina ketika melakukan Shalat Idul Fitri di luar bangunan yang hancur terkena serangan udara Israel di kawasan Beit Lahia, Gaza, pada 13 Mei 2021. Angkatan udara Israel menyatakan melakukan sejumlah serangan untuk menggempur Hamas, faksi Palestina yang menguasai Gaza.

GAZA CITY, KOMPAS.com - Pada Kamis ini (13/5/2021), Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri, sebagai tanda berakhirnya Ramadhan.

Begitu pula dengan umat Islam di Jalur Gaza, yang memperingati hari istimewa ini di tengah terjangan serangan udara Israel.

Hamas, faksi Palestina yang menguasai Gaza meminta agar Muslim beribadah di rumah atau masjid terdekat, dan menghindari tempat terbuka.

Baca juga: Video Viral Tunjukkan Massa Israel Pukuli Diduga Pria Arab hingga Babak Belur

"Ini semua tentang serangan udara, kehancuran, dan penderitaan," kata Hassan Abu Shaaban yang membagikan cokelat kepada pengguna jalan, dilansir The Sun.

Hingga Senin (10/5/2021), Hamas telah menembakkan 1.600 roket dari Gaza yang menyasar berbagai tempat di Israel.

"Negeri Zionis" membalas dengan menggelar serangan udara menyasar gedung bertingkat, dan menewaskan 11 komandan senior Hamas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di antaranya terdapat Brigadir Jenderal Bassem Issa dan Jamal Zabda, kepala unit roket kelompok tersebut.

Kemudian dari 300 target militer yang diserang, 20 di antaranya memunculkan korban tewas dari Hamas maupun Jihad Islam.

Sebanyak 74 orang tewas dalam ketegangan ini, termasuk di dalamnya 67 warga Palestina dan 17 anak.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah melontarkan peringatan Hamas bakal membayar mahal karena sikap bermusuhan mereka.

Tel Aviv kemudian menerangkan mereka sudah bersiap untuk menginvasi Gaza sebagai bagian dari perluasan operasi.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berkilah, perluasan harus dilakukan karena faksi itu punya stok senjata yang besar.

Menurut keterangan IDF, faksi Hamas punya persediaan roket yang cukup untuk menggempur mereka selama dua bulan.

Baca juga: 15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza


Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

Global
Begini Wujud Robot Pembawa Air Zamzam, biar Jemaah Haji Tak Berdesakan

Begini Wujud Robot Pembawa Air Zamzam, biar Jemaah Haji Tak Berdesakan

Global
Koalisi Berujung Suksesi yang Menangkan PM Baru Israel Naftali Bennett

Koalisi Berujung Suksesi yang Menangkan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Pasokan Lambat, 5 Negara Bagian AS Ini Belum Vaksinasi Separuh Warganya

Pasokan Lambat, 5 Negara Bagian AS Ini Belum Vaksinasi Separuh Warganya

Global
Takut Tak Direstui Orangtua, Pria Ini Sembunyikan Pacarnya Selama 11 Tahun

Takut Tak Direstui Orangtua, Pria Ini Sembunyikan Pacarnya Selama 11 Tahun

Global
7 Fakta dan Kontroversi Naftali Bennett, PM Baru Israel Pengganti Benjamin Netanyahu

7 Fakta dan Kontroversi Naftali Bennett, PM Baru Israel Pengganti Benjamin Netanyahu

Global
Ayah dari Keluarga Terbesar di Dunia Meninggal, Tinggalkan 38 Istri dan 89 Anak

Ayah dari Keluarga Terbesar di Dunia Meninggal, Tinggalkan 38 Istri dan 89 Anak

Global
Bukan Eropa, Suku Selandia Baru Disebut Jadi Penemu Pertama Antartika

Bukan Eropa, Suku Selandia Baru Disebut Jadi Penemu Pertama Antartika

Global
Bintang Baru Berukuran 100 Kali Matahari Berkedip Dekat Bima Sakti

Bintang Baru Berukuran 100 Kali Matahari Berkedip Dekat Bima Sakti

Global
Israel Ganti Pemerintahan, Palestina Sambut dengan Curiga

Israel Ganti Pemerintahan, Palestina Sambut dengan Curiga

Global
Inspirasi Energi: G7 Kembali Berkomitmen untuk Energi Bersih

Inspirasi Energi: G7 Kembali Berkomitmen untuk Energi Bersih

Internasional
Sepak Terjang Benjamin Netanyahu, PM Terlama Israel yang Baru Lengser

Sepak Terjang Benjamin Netanyahu, PM Terlama Israel yang Baru Lengser

Global
Presiden Ukraina Gembira G7 Dukung Negaranya atas Rusia

Presiden Ukraina Gembira G7 Dukung Negaranya atas Rusia

Global
Perusahaan 'Zombie' di Korsel Bertambah pada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Perusahaan "Zombie" di Korsel Bertambah pada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Global
VIDEO: Macet Panjang di India Usai Negara Bagian Cabut Syarat Wajib Tes PCR

VIDEO: Macet Panjang di India Usai Negara Bagian Cabut Syarat Wajib Tes PCR

Global
komentar
Close Ads X