Pemerintah India Minta Warganya Tak Percaya Kabar Covid-19 Disebabkan Sinyal 5G

Kompas.com - 13/05/2021, 16:31 WIB
Paramedis Nepal merawat pasien COVID-19 di luar bangsal darurat rumah sakit yang dikelola pemerintah di Kathmandu, Nepal, Jumat, 7 Mei 2021 AP APHOTONiranjan ShresthaParamedis Nepal merawat pasien COVID-19 di luar bangsal darurat rumah sakit yang dikelola pemerintah di Kathmandu, Nepal, Jumat, 7 Mei 2021

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India menyatakan, mereka meminta warganya tak meyakini teori Covid-19 disebabkan jaringan 5G.

Pejabat setempat menegaskan, mereka belum menggunakan jaringan terbaru itu, dan tidak akan dibangun dalam beberapa bulan mendatang.

Otoritas "Negeri Bollywood" menyatakan, teori itu tidak berdasar dan salah. Publik diminta untuk tidak gampang terhasut.

Baca juga: India Pasang Jaring di Sungai Gangga, Tangkap Puluhan Mayat Mengambang Diduga Korban Covid-19

Kabar mengenai teori 5G itu terjadi setelah pada Rabu (12/5/2021), India kembali mencatatkan rekor di kematian harian.

Dilansir Daily Mail, negara di Asia Selatan tersebut melaporkan 4.025 orang meninggal karena terinfeksi Covid-19.

Total, 250.000 orang mengembuskan napas terakhir karena terpapar virus corona di "Negeri Bollywood".

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sejumlah pesan menyesatkan tengah muncul di berbagai media sosial, mengeklaim gelombang kedua corona disebabkan menara 5G," kata departemen telekomunikasi.

Pemerintah menegaskan kabar itu jelas tidak mempunyai dasar ilmiah sehingga tidak patut untuk dipercaya.

Apalagi, izin uji coba baru diberikan pada 4 Mei, dengan pelaksanaannya tidak akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

"Karena itu, klaim jaringan uji coba 5G menyebabkan virus corona di India salah dan menyesatkan," tegas pemerintah.

Pada awal 2021, parlemen mengesahkan hukum memberikan keleluasaan pemerintah memerintahkan pencabutan konten tertentu dari media sosial, dan menyelidiki siapa penbgirimnya.

Gelombang dua corona yang menerjang menyebabkan rumah sakit kehabisan oksigen dan ranjang perawatan.

Banyaknya pasien yang tidak tertangani menyebabkan munculnya kabar mereka meninggal di jalanan maupun saat menunggu perawatan.

Pakar menuturkan di tengah ketidakpastian kapan gelombang kedua berakhir, publik diminta bersiap untuk kedatangan serangan ketiga.

Baca juga: Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Baca tentang

Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UNESCO Serukan Great Barrier Reef Warisan Dunia 'Dalam Bahaya'

UNESCO Serukan Great Barrier Reef Warisan Dunia "Dalam Bahaya"

Global
Wanita yang Mengaku Lahirkan 10 Bayi Dibawa ke Bangsal Psikiatri

Wanita yang Mengaku Lahirkan 10 Bayi Dibawa ke Bangsal Psikiatri

Global
Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal 'Fenomena Udara Tak Dikenal'

Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal "Fenomena Udara Tak Dikenal"

Global
Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Global
7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

Global
Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Global
Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Global
Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Global
Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Global
Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Global
Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Global
Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Global
Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Global
Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Global
Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Global
komentar
Close Ads X