Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Kompas.com - 13/05/2021, 06:00 WIB
Mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad berbicara dengan media setelah mendaftarkan namanya sebagai kandidat untuk pemilihan presiden 18 Juni di markas besar pemilihan Kementerian Dalam Negeri di Teheran, Iran, Rabu (12/5/2021). AP PHOTO/VAHID SALEMIMantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad berbicara dengan media setelah mendaftarkan namanya sebagai kandidat untuk pemilihan presiden 18 Juni di markas besar pemilihan Kementerian Dalam Negeri di Teheran, Iran, Rabu (12/5/2021).

TEHERAN, KOMPAS.com - Mantan Presiden Iran yang sangat konservatif, Mahmoud Ahmadinejad, mengajukan namanya sebagai kandidat untuk menggantikan Presiden Hassan Rouhani yang moderat dalam pemilihan bulan depan.

"Jutaan orang di seluruh negeri mengundang saya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan, dan bahkan memerintahkan saya untuk datang ke sini untuk mendaftar. Ini memberikan tanggung jawab yang berat di pundak saya," kata Ahmadinejad, berbicara setelah mengajukan lamarannya ke kementerian dalam negeri Iran, pada Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Sebut Virus Corona Bagian dari Perang Biologis

Perkembangan terkait pemungutan suara 18 Juni ini, terjadi ketika Iran dan kekuatan dunia berselisih tentang menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015. Sebelumnya AS menarik diri secara sepihak pada 2018, dan memberlakukan kembali sanksi yang melumpuhkan.

Para calon memiliki waktu hingga Sabtu (15/5/2021) untuk mendaftar. Kemudian, mereka akan diperiksa oleh Dewan Penjaga yang didominasi kelompok konservatif.

Setelah kandidat disetujui, daftarnya diterbitkan pada 27 Mei, setelah kampanye dimulai.

Tapi media Iran menganggap peluang Ahmadinejad untuk disetujui mendekati nol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pria berusia 64 tahun itu mengatakan bahwa jika pencalonannya tidak disetujui, maka dia "tidak akan berpartisipasi" dalam pemilihan, baik dengan mendukung calon atau memberikan suara.

Ahmadinejad mengklaim, seperti yang sering dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir, bahwa rakyat Iran telah kehilangan kepercayaan pada otoritas negara.

Menurutnya pemilu mendatang dianggap "mungkin sebagai kesempatan terakhirnya," untuk menyelamatkan republik Islam itu. Khususnya dalam menghadapi tantangan "yang sangat sensitif", baik domestik maupun internasional.

Baca juga: Kapal AS Luncurkan 30 Tembakan Peringatan ke Iran di Selat Hormuz

Ahmadinejad, presiden Iran dari 2005 hingga 2013, harus mundur setelah akhir dua masa jabatan berturut-turut sesuai konstitusi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serba-serbi Museum CPC: 'Rumah Spiritual' Partai Komunis China

Serba-serbi Museum CPC: "Rumah Spiritual" Partai Komunis China

Global
Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Global
India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

Global
Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Global
Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Global
Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Global
Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Global
Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Global
WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

Global
Bunuh Ayah Tiri yang Jadi Suaminya karena Diperkosa, Wanita Ini Disidang

Bunuh Ayah Tiri yang Jadi Suaminya karena Diperkosa, Wanita Ini Disidang

Global
Siksa dan Bunuh ART Secara Tidak Manusiawi, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Siksa dan Bunuh ART Secara Tidak Manusiawi, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Global
Kartel Narkoba Meksiko Sinaloa Siksa dan Gantung Mayat Kelompok Rival

Kartel Narkoba Meksiko Sinaloa Siksa dan Gantung Mayat Kelompok Rival

Global
Operasi Kontra-Terorisme JTF 2 Kanada, Totalitas Membantu AS

Operasi Kontra-Terorisme JTF 2 Kanada, Totalitas Membantu AS

Global
PBB Didesak Selidiki Presiden Baru Iran Atas Pembunuhan pada 1980-an

PBB Didesak Selidiki Presiden Baru Iran Atas Pembunuhan pada 1980-an

Global
Tim SWAT Tiba-tiba Lockdown Mall Setelah Terima Laporan Ada Penembak Aktif

Tim SWAT Tiba-tiba Lockdown Mall Setelah Terima Laporan Ada Penembak Aktif

Global
komentar
Close Ads X