Jenderal Perancis Serukan Para Tentara Mengundurkan Diri atas Surat Perang Saudara

Kompas.com - 12/05/2021, 11:46 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron (tengah, bermasker hitam) menemui tentara setelah serangan pisau di gereja Notre-Dame di Nice, Perancis selatan, Kamis, 29 Oktober 2020. AP/Eric GaillardPresiden Perancis Emmanuel Macron (tengah, bermasker hitam) menemui tentara setelah serangan pisau di gereja Notre-Dame di Nice, Perancis selatan, Kamis, 29 Oktober 2020.

PARIS, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat Perancis memerintahkan para tentara mengundurkan diri, jika mereka menandatangani surat peringatan perang saudara yang dipicu kelompok ekstremis di negara itu.

Surat kontroversial itu dipublikasikan oleh majalah sayap kanan, yang menuduh pemerintah Perancis di bawah Presiden Emmanuel Macron memberikan "konsesi" pada ekstremis.

Seruan tersebut dikeluarkan setelah surat kontroversial perang saudara pertama muncul tiga pekan lalu dan ditandatangani oleh 20 mantan jenderal militer Perancis.

Baca juga: Dituding Kompromi dengan Ekstremis, Presiden Macron dapat Peringatan dari Militer Perancis

Pemerintah Perancis mengecam surat itu, sedangkan politisi sayap kanan membelanya.

Pada Selasa (11/5/2021), Jenderal François Lecointre menyampaikan surat terbaru muncul dalam sebuah pesan kepada personel militer Perancis, seperti yang dilansir dari BBC pada Rabu (12/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Langkah yang paling masuk akal tentunya meninggalkan institusi untuk secara bebas mengekspresikan ide dan keyakinan mereka," kata Lecointre, menurut laporan media lokal Perancis.

Baca juga: Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Meski Lecointre tidak mengancam memberikan sanksi apa pun, dia mengklaim bahwa personel aktif yang mendukung surat itu telah melanggar "kewajiban kebijaksanaan".

Dia mengatakan bahwa "keyakinan pribadi" mereka telah melibatkan institusi militer dalam debat politik yang tidak diinginikan.

"Setiap tentara memiliki kebebasan berpikir, tapi harus secara tegas membedakan antara tugas sipil dan militer," tandasnya.

Surat peringatan perang saudara kedua dipublikasikan pada Minggu (9/5/2021) oleh Valeurs Actuelles, majalah berita mingguan sayap kanan yang diterbitkan di Paris.

Baca juga: Pensiunan Jenderal Perancis Peringatkan Perang Saudara, Para Menteri Muak

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Internasional
Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Global
Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Global
Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Global
Viral, Video Guru Telepon Satu-satu Muridnya karena Hanya 10 yang Masuk Kelas Online

Viral, Video Guru Telepon Satu-satu Muridnya karena Hanya 10 yang Masuk Kelas Online

Global
Sama-sama Disegani, Inilah Perbandingan Pasukan Khusus Iran dan Israel

Sama-sama Disegani, Inilah Perbandingan Pasukan Khusus Iran dan Israel

Global
Covid-19 Indonesia Tembus 2 Juta Kasus, Beritanya Populer di Media Asing

Covid-19 Indonesia Tembus 2 Juta Kasus, Beritanya Populer di Media Asing

Global
Gajah di Thailand Jebol Tembok Dapur Rumah Orang dan Curi Sekantong Beras

Gajah di Thailand Jebol Tembok Dapur Rumah Orang dan Curi Sekantong Beras

Global
Inspirasi Energi: Peluang dan Tantangan Menuju Nol Emisi Karbon

Inspirasi Energi: Peluang dan Tantangan Menuju Nol Emisi Karbon

Internasional
Parlemen Swedia Loloskan Mosi Tidak Percaya terhadap PM Stefan Lofven

Parlemen Swedia Loloskan Mosi Tidak Percaya terhadap PM Stefan Lofven

Global
Pacar Selingkuh dengan Kakek, Pria Ini Kaget Anaknya Ternyata adalah Pamannya

Pacar Selingkuh dengan Kakek, Pria Ini Kaget Anaknya Ternyata adalah Pamannya

Global
Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Korban Konflik Mali di Burkina Faso

Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Korban Konflik Mali di Burkina Faso

Global
China Klaim Sudah Beri Satu Miliar Dosis Vaksin Covid-19 pada Warganya

China Klaim Sudah Beri Satu Miliar Dosis Vaksin Covid-19 pada Warganya

Global
komentar
Close Ads X