Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/05/2021, 21:34 WIB

 

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia akan memberlakukan lockdown atau “perintah pengendalian pergerakan nasional” (MCO) secara nasional mulai Rabu (12 Mei) hingga awal bulan depan.

Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin menyatakan pada Senin (10/5/2021), hal ini dilakukan untuk membendung meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di negara tersebut.

Baca juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Didenda karena Langgar Aturan Covid-19

Dalam pernyataannya, Muhyiddin menyatakan, keputusan itu diambil oleh Dewan Keamanan Nasional, badan pembuat keputusan tentang pandemi Malaysia, selama pertemuan yang dipimpin olehnya pada Senin (10/5/2021).

Ini adalah penutupan besar ketiga yang diberlakukan “Negeri Jiran” sejak dimulainya pandemi Covid-19.

Aturan lockdown ini kemungkinan akan menjadi yang paling ketat sejak Maret tahun lalu, ketika hanya sebagian besar ekonomi negara itu ditutup.

Muhyiddin mengatakan, kegiatan ekonomi akan terus berlanjut di seluruh negeri. Tetapi, semua kegiatan sosial, acara, makan di restoran, dan perjalanan antardistrik dan antarnegara dilarang.

Perjalanan lintas jalur negara bagian dan distrik hanya diperbolehkan untuk pekerjaan, keadaan darurat, janji medis, kunjungan pasangan, dan janji vaksinasi.

“Hanya kegiatan luar ruangan tertentu yang diizinkan di bawah aturan baru ini, yang akan berlangsung hingga 7 Juni,” kata Muhyiddin melansir The Straits Times.

Baca juga: Covid-19 di Malaysia Makin Parah, Banyak Pasien Usia Muda Meninggal

Pengumuman tersebut dilakukan hanya beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, yang akan dirayakan pada Kamis (13/5/2021) di akhir bulan puasa.

Lockdown pertama Malaysia untuk menangani Covid-19 berlangsung hampir dua bulan antara Maret dan Mei tahun lalu.

Namun, keberhasilan awal negara itu dalam menangani pandemi batal. Tepatnya setelah pemilihan umum Majelis Legislatif Negara Bagian Sabah pada September.

Kegiatan itu memicu gelombang baru pandemi, yang berlanjut selama hampir sembilan bulan.

PM Muhyiddin memberlakukan MCO di sebagian besar negara antara Januari dan Februari tahun ini, setelah pembukaan kembali ekonomi pada Desember menyebabkan lonjakan infeksi.

Kasus telah menunjukkan tanda-tanda mereda sejak Maret 2021, tetapi melonjak lagi pada pertengahan April di awal bulan puasa Ramadhan.

Kondisi itu bersamaan dengan kelonggaran dari Pemerintah Malaysia, yang mengizinkan bazar makanan Ramadhan dibuka kembali setelah dilarang tahun lalu.

Pemerintah “Negeri Jiran” pada saat yang sama memberikan izin shalat Ramadhan setiap malam. Restoran, yang biasanya tutup tengah malam, juga tetap buka hingga pukul 06.00 pagi.

Pekerja medis mengumpulkan sampel usap dari seorang wanita selama pengujian virus corona di pusat pengujian Covid-19 di Kajang, pinggiran Kuala Lumpur, Malaysia Sabtu (8/5/2021) ditengah lonjakan kasus. AP PHOTO/VINCENT THIAN Pekerja medis mengumpulkan sampel usap dari seorang wanita selama pengujian virus corona di pusat pengujian Covid-19 di Kajang, pinggiran Kuala Lumpur, Malaysia Sabtu (8/5/2021) ditengah lonjakan kasus.

Baca juga: Covid-19 di Malaysia Juga Memburuk, Ratusan Pasien ICU Menumpuk

Kasus aktif Covid-19 meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sebulan terakhir. Naik dari terendah 15.000 kasus aktif pada awal April menjadi lebih dari 37.396 kasus aktif pada Senin (10/5/2021).

Otoritas kesehatan telah mencatat lonjakan baru rawat inap, ketika varian baru virus dilaporkan di Malaysia.

Pada Senin (10/5/2021), 434 pasien berada di unit perawatan intensif dengan lebih dari setengahnya membutuhkan bantuan pernapasan.

Pada Minggu (9/5/2021), Malaysia mencatat jumlah kematian tertinggi sejak pandemi dimulai, dengan 26 kematian.

Negara itu mencatat 3.807 infeksi baru pada Senin (10/5/2021), menjadikan total kumulatif kasus menjadi 444.484 kasus, dengan 1.700 kematian.

Ini akan menjadi tahun kedua berturut-turut orang Malaysia menghabiskan Hari Raya Idul Fitri di bawah pembatasan Covid-19 dan larangan perjalanan.

Malaysia pada awalnya berharap upaya vaksinasi akan meredakan infeksi, dan secara bertahap mulai membuka kembali ekonomi.

Namun, lonjakan infeksi ditambah dengan kedatangan vaksin yang lambat telah menyebabkan pemerintah menerapkan kembali lockdown nasional mulai minggu ini.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com