Kompas.com - 10/05/2021, 15:11 WIB
Seorang murid TK memakai alat tes Covid-19 lolipop di taman kanak-kanak ibu kota Austria, Wina, pada 28 April 2021. AFP PHOTO/JOE KLAMARSeorang murid TK memakai alat tes Covid-19 lolipop di taman kanak-kanak ibu kota Austria, Wina, pada 28 April 2021.

WINA, KOMPAS.com - Alat tes Covid-19 berbentuk permen lolipop dikembangkan dan sedang diluncurkan di beberapa TK Austria, sebagai alternatif untuk anak-anak yang tak mau di-swab tenggorokan atau hidungnya.

Untuk melacak infeksi dan menawarkan alternatif pengujian, provinsi Burgenland Austria telah memesan 35.000 tes lolipop, kata juru bicara pemerintah daerah kepada AFP.

Surat telah dikirim ke para orangtua yang menginformasikan, bahwa Burgenland akan melakukan tiga tes gratis per minggu ke setiap anak.

Baca juga: Tawarkan Tes Covid-19 Gratis Dua Kali Seminggu, Pemerintah Inggris Malah Dikritik

Untuk melakukan tes virus corona dengan lolipop ini, caranya adalah meletakkan alat tes di mulut, isap selama 90 detik, celupkan alat tes ke dalam wadah, tunggu 15 menit dan hasilnya akan keluar.

Dominik Krotschek desainer grafis dan seorang ayah mengatakan, anaknya yang berusia tiga tahun mengikuti tes dengan baik, meski warna alatnya tidak cerah atau manis seperti permen lolipop asli, dan malah seperti kapas besar.

"Itu bukan masalah... Kami melakukannya lagi hari ini dan berhasil dengan baik," terang Krotschek kepada AFP pada Kamis (29/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya rasa wajar kontrolnya lebih ketat di sektor pendididkan."

Baca juga: Tradisi Tes Keperawanan dari Raja Zulu, Ratusan Gadis Menari Telanjang Dada

Seorang petugas medis memegang alat tes Covid-19 baru untuk anak-anak berbentuk lolipop, di TK ibu kota Austria, Wina, pada 28 April 2021.AFP PHOTO/JOE KLAMAR Seorang petugas medis memegang alat tes Covid-19 baru untuk anak-anak berbentuk lolipop, di TK ibu kota Austria, Wina, pada 28 April 2021.
Alat tes corona ini ditemukan oleh Manuela Foedinger yang memimpin laboratorium rumah sakit Kaiser-Franz-Joseph di Wina.

Ia pernah membuat perintis tes obat kumur yang serupa dan mudah digunakan, dan sekarang banyak dipakai di negara berpenduduk 8,9 juta orang itu.

Ketika penemuannya diakui oleh kota Wina tahun lalu, wali kota bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk menguji balita.

Foedinger menjawab, "Saya juga punya ide untuk itu."

Di Wina, Foedinger sekarang melakukan penelitian dengan anak-anak berusia 1-6 tahun di lima TK.

Penelitian itu bertujuan menunjukkan seberapa akurat hasil tes, dan membantu memutuskan apakah tes lolipop ini dapat diterapkan lebih luas.

Meski anak-anak dibebaskan dari banyak protokol kesehatan, ada kekhawatiran dengan dibukanya kembali sekolah dan TK, varian lebih menular yang muncul di Inggris dan dominan di beberapa negara Uni Eropa dapat menyebar luas di kalangan remaja dan anak-anak.

Hal ini dapat berpengaruh ke lonjakan kasus lain dan mengancam kemajuan vaksinasi.

Baca juga: China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kudeta Tunisia Terburuk dalam 10 Tahun, Massa Oposisi Bentrok dengan Pendukung Presiden

Kudeta Tunisia Terburuk dalam 10 Tahun, Massa Oposisi Bentrok dengan Pendukung Presiden

Global
Alami Krisis Makanan, Geng Monyet Serbu Jalanan di Thailand

Alami Krisis Makanan, Geng Monyet Serbu Jalanan di Thailand

Global
Biden Umumkan Tarik Pasukan AS di Irak pada Akhir 2021

Biden Umumkan Tarik Pasukan AS di Irak pada Akhir 2021

Global
9 Calo ICU Covid-19 Ditangkap, Jual Rp 300 Juta per Ranjang di Peru

9 Calo ICU Covid-19 Ditangkap, Jual Rp 300 Juta per Ranjang di Peru

Global
POPULER GLOBAL: Gambaran Hidup bersama Covid-19 | Kudeta Presiden Tunisia

POPULER GLOBAL: Gambaran Hidup bersama Covid-19 | Kudeta Presiden Tunisia

Global
Dalam Pembicaraan Tingkat Tinggi, China Tuduh AS Lakukan Penindasan

Dalam Pembicaraan Tingkat Tinggi, China Tuduh AS Lakukan Penindasan

Global
Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Cabut Larangan Jual Miras

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Cabut Larangan Jual Miras

Global
Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Global
Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Global
Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk 'Dine In'

Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk "Dine In"

Global
Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Global
Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
komentar
Close Ads X