Kompas.com - 10/05/2021, 05:29 WIB
Para anggota Taliban menyerahkan senjata mereka dan bergabung dengan upaya rekonsiliasi serta reintegrasi dari pemerintah Afghanistan di Jalalabad, 25 Juni 2020. REUTERS/PARWIZPara anggota Taliban menyerahkan senjata mereka dan bergabung dengan upaya rekonsiliasi serta reintegrasi dari pemerintah Afghanistan di Jalalabad, 25 Juni 2020.

KABUL, KOMPAS.com – Taliban mengumumkan gencatan senjata di Afghanistan selama tiga hari untuk merayakan Idul Fitri yang jatuh pada pekan ini.

Pernyataan tersebut diumumkan kelompok pemberontak itu pada Senin (10/5/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: AS Kerahkan Pesawat Tempur Bantu Pasukan Afghanistan Melawan Taliban

Taliban mengatakan, semua kombatannya diinstruksikan untuk menghentikan operasi ofensifnya di seluruh negeri pada hari pertama hingga hari ketiga Idul Fitri.

"Tetapi jika musuh melakukan serangan terhadap Anda selama hari-hari itu, bersiaplah melindungi dan mempertahankan diri Anda dan wilayah Anda," bunyi pernyataan Taliban.

Pengumuman itu dikeluarkan berselang dua hari setelah pemerintah Afghanistan menyalahkan Taliban atas ledakan bom di luar sekolah yang menewaskan lebih dari 50 orang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pentagon Remehkan Serangan Taliban Terbaru di Afghanistan

Pemerintah menyalahkan Taliban atas ledakan bom di luar sekolah perempuan di Dasht-e-Barchi pada Sabtu (8/5/2021).

Wilayah tersebut terletak di pinggiran ibu kota Afghanistan, Kabul, yang sebagian besar dihuni oleh komunitas Syiah Hazara.

Ledakan bom tersebut dianggap sebagai serangan paling mematikan di negara tersebut selama lebih dari setahun terakhir.

Baca juga: Bicara dengan Pria di Telpon, Seorang Wanita Dihukum Cambuk oleh Taliban

Taliban membantah mereka terlibat dalam serangan itu.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) secara bertahap terus menarik pasukannya dari Afghanistan.

Penarikan pasukan terus berlanjut meski upaya perdamaian antara Taliban dan pemerintah Afghanistan untuk mengakhiri perang selama beberapa dekade tidak menemui titik temu.

Baca juga: Jika Taliban Berkuasa, Yahudi Terakhir di Afghanistan Ini Bakal Angkat Kaki


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X