Kompas.com - 09/05/2021, 14:14 WIB
Mayor Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds yang merupakan cabang dari Garda Revolusi Iran. Soleimani disebut tewas dalam serangan yang terjadi di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1/2020). AS mengumumkan mereka yang melakukan serangan atas arahan presiden. AFP via BBCMayor Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds yang merupakan cabang dari Garda Revolusi Iran. Soleimani disebut tewas dalam serangan yang terjadi di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1/2020). AS mengumumkan mereka yang melakukan serangan atas arahan presiden.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah bukti baru mengungkapkan Israel terlibat dalam pembunuhan jenderal top Iran, Qasem Soleimani.

Soleimani, yang merupakan komandan Pasukan Quds, sayap elite garda revolusi, tewas di dekat Bandara Baghdad, Irak, Januari 2020.

Dia tewas setelah mobil yang ditumpanginya bersama milisi yang bersekutu dengan Teheran ditembak drone AS.

Baca juga: Komandan Top Iran Tewas dalam Serangan di Bandara Irak

Kematian Qasem Soleimani membuat AS dan Iran nyaris terlibat perang terbuka, sebelum Teheran "menghujani" pangkalan AS di Irak menggunakan rudal.

Dalam publikasi Sabtu (8/5/2021), Yahoo News memaparkan keterlibatan Israel dalam pembunuhan sang jenderal top.

Dilansir Russian Today, terungkap rencana untuk menyingkirkan Soleimani terjadi masa awal pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukti itu dikumpulkan melalui wawancara terhadap 15 pejabat AS, baik yang masih aktif maupun sudah mundur.

Selain pasukan khusus AS, operasi itu melibatkan berbagai cabang militer maupun dinas intelijen AS.

Anggota Komando Operasi Khusus Gabungan AS terbang ke Tel Aviv, dan membahas melacak jejak ponsel Soleimani.

Baca juga: Jenderal Top Iran Tewas dalam Serangan AS atas Arahan Presiden

Pria yang digadang-gadang sebagai calon pemimpin tertinggi Iran itu dilaporkan mengganti ponselnya beberapa kali sebelum serangan.

Meski begitu, Tel Aviv disebut sudah mengetahui nomor terakhir, dan segera menyerahkannya ke telik sandi "Negeri Uncle Sam".

Tidak disebutkan unit mana yang membantu Washington. Hanya disebut mereka merupakan "mitra" dari AS.

Israel melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah melontarkan bantahan mereka bertanggung jawab atas kematian Soleimani.

Baca juga: Jenderal Top Iran Tewas Diserang AS, Eks Komandan Garda Revolusi: Kami Akan Balas Dendam

"Pembunuhan Qasem Soleimani bukanlah agenda kami. Melainkan agenda AS. Kami tidak terseret maupun terlibat," ujar Netanyahu.

Sementara dua badan utama keamanan Israel, Mossad dan direktorat intelijen militer, menyatakan mereka "menjaga jarak".

Jika artikel itu benar, ini bukanlah hal baru bagi Teheran, yang berulang kali menuding musuh bebuyutannya itu sudah menyabotase mereka.

"Negeri Para Mullah" sebelumnya menyebut sang rival sebagai dalang serangan di fasilitas nuklir Natanz, hingga kapal tanker.

Baca juga: Iran Hujani Markas Pasukan AS di Irak dengan Puluhan Rudal


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atlet Judo Aljazair Mundur dari Olimpiade Tokyo Saat Harus Berhadapan dengan Israel

Atlet Judo Aljazair Mundur dari Olimpiade Tokyo Saat Harus Berhadapan dengan Israel

Global
Polemik Great Barrier Reef, Antara 'Status Bahaya' dan Pemulihan

Polemik Great Barrier Reef, Antara "Status Bahaya" dan Pemulihan

Global
Kontak dengan Orang Positif Covid-19, Kontingen Italia Olimpiade Tokyo 2020 Dikarantina

Kontak dengan Orang Positif Covid-19, Kontingen Italia Olimpiade Tokyo 2020 Dikarantina

Global
Pengakuan Lucu Remaja yang Ikut Misi Luar Angkasa Jeff Bezos

Pengakuan Lucu Remaja yang Ikut Misi Luar Angkasa Jeff Bezos

Global
Jadi Pengamat Uni Afrika, Israel Akan Bantu Lawan Corona dan Terorisme

Jadi Pengamat Uni Afrika, Israel Akan Bantu Lawan Corona dan Terorisme

Global
UPDATE Korban Tewas akibat Longsor dan Banjir di India Capai 125 Orang

UPDATE Korban Tewas akibat Longsor dan Banjir di India Capai 125 Orang

Global
Euro 2020 Dorong Kenaikan Penjualan Ritel di Inggris

Euro 2020 Dorong Kenaikan Penjualan Ritel di Inggris

Global
24 Juli dalam Sejarah, Berakhirnya Perang Libya - Mesir pada 1977

24 Juli dalam Sejarah, Berakhirnya Perang Libya - Mesir pada 1977

Global
Aksi Panggung Pentolan Guns N' Roses Ini Bikin Geleng-geleng Kepala

Aksi Panggung Pentolan Guns N' Roses Ini Bikin Geleng-geleng Kepala

Global
Staf KBRI Pyongyang Ramai-ramai Tinggalkan Korea Utara lewat China, Ada Apa?

Staf KBRI Pyongyang Ramai-ramai Tinggalkan Korea Utara lewat China, Ada Apa?

Global
100 Atlet AS dalam Olimpiade Tokyo Belum Vaksin di Tengah Kekhawatiran Penyebaran Covid-19

100 Atlet AS dalam Olimpiade Tokyo Belum Vaksin di Tengah Kekhawatiran Penyebaran Covid-19

Global
Setelah Liverpool, Inggris Terancam Kehilangan Status Warisan Dunia Lainnya

Setelah Liverpool, Inggris Terancam Kehilangan Status Warisan Dunia Lainnya

Global
5 Negara Tertarik Beli Jet Tempur Siluman Su-57 dari Rusia

5 Negara Tertarik Beli Jet Tempur Siluman Su-57 dari Rusia

Global
Joe Biden Tegaskan Dukungan ke Afghanistan, Gelontorkan Bantuan Rp 1,4 Triliun

Joe Biden Tegaskan Dukungan ke Afghanistan, Gelontorkan Bantuan Rp 1,4 Triliun

Global
Eropa Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Moderna untuk Anak Usia 12-17 Tahun

Eropa Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Moderna untuk Anak Usia 12-17 Tahun

Global
komentar
Close Ads X