Muncul Infeksi "Jamur Hitam" yang Langka pada Pasien Covid-19 di India

Kompas.com - 09/05/2021, 12:46 WIB
Pasien yang menderita penyakit coronavirus (COVID-19) menerima perawatan di dalam bangsal gawat darurat di Rumah Sakit Keluarga Suci di New Delhi, India, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/DANISH SIDDIQUIPasien yang menderita penyakit coronavirus (COVID-19) menerima perawatan di dalam bangsal gawat darurat di Rumah Sakit Keluarga Suci di New Delhi, India, Kamis (29/4/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Infeksi "jamur hitam" yang langka ditemukan membusuk di anggota tubuh pasien Covid-19 dan meningkatkan angka kematian di Delhi, India.

Dokter mengatakan pasien yang tertular infeksi jamur hitam hanya memiliki tingkat kelangsungan hidup 50 persen, seperti yang dilansir dari BBC pada Minggu (9/5/2021).

Infeksi jamur hitam dikenal juga dengan nama mukormikosis. Dr Akshay Nair, seorang ahli bedah mata yang berbasis di Mumbai mengatakan infeksi ini termasuk langka.

Infeksi tersebut disebabkan oleh paparan jamur mukosa yang banyak ditemukan di tanah, tanaman, pupuk kandang, serta buah dan sayuran yang membusuk.

Baca juga: Macron Serukan AS untuk Cabut Pembatasan Ekspor Vaksin Covid-19

"Ini ada di mana-mana dan ditemukan di tanah dan udara dan bahkan di hidung dan lendir orang sehat," kata Dr Nair.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyakit ini mempengaruhi sinus, otak hingga paru-paru, yang dapat mengancam jiwa khususnya penderita diabetes atau orang dengan gangguan kekebalan yang parah, seperti pasien kanker atau orang dengan HIV/AIDS.

Ia menduga munculnya infeksi jamur hitam pada pasien Covid-19 itu dipicu oleh penggunaan steroid, pengobatan yang menyelamatkan jiwa untuk pasien tersebut yang tergolong parah dan kritis.

Mengutip BBC, steroid mengurangi peradangan di paru-paru untuk Covid-19 dan tampaknya membantu menghentikan beberapa kerusakan yang dapat terjadi, ketika sistem kekebalan tubuh bekerja terlalu keras untuk melawan virus corona.

Namun, steroid ternyata juga mengurangi kekebalan dan meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes serta pasien Covid-19 non-diabetes.

"Diabetes menurunkan pertahanan kekebalan tubuh, memperburuk virus corona, dan kemudian steroid yang membantu melawan Covid-19 bertindak seperti bahan bakar ke api," kata Dr Nair.

Baca juga: Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X