Roket Long March 5B Dinyatakan Jatuh ke Samudra Hindia, Pakar: Nampaknya China Menang Taruhan

Kompas.com - 09/05/2021, 12:04 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021) AP PHOTO/GUO WENBINDalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pakar merespons setelah roket China Long March 5B dinyatakan jatuh ke Samudra Hindia.

Berdasarkan keterangan badan insinyur berawak "Negeri Panda" wahana antariksa itu masuk pukul 10.24 waktu setempat.

Beijing memberikan koordinat bahwa puing-puing besar benda seberat 18 ton jatuh dan hancur di sebelah barat Maladewa.

Baca juga: Puing-puing Besar Roket China Long March 5B Hancur di Samudra Hindia

"Nampaknya China menang taruhan (kecuali kita mendengar kabar adanya kerusakan di Maladewa)," ujar astrofisikawan Jonathan McDowell.

Meski begitu sebagaimana dilansir AFP Minggu (9/5/2021), McDowell menyebut Beijing melakukan kelalaian soal roket Long March 5B.

Pakar dari Universitas Harvard menjelaskan, kebanyakan negara berusaha menghindari skenario jika puing-puing wahana jatuh tak terkendali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut McDowell, obyek angkasa biasanya didesain agar ketika jatuh menyasar laut atau ditempatkan di "kuburan".

Dia merujuk kepada orbit berisi sampah antariksa di mana fragmen satelit dan roket akan berada di sana puluhan bahkan ratusan tahun.

Namun, roket China, menurut McDowell, dibuat dengan tujuan ketika jatuh berada di kawasan orbit rendah.

Baca juga: Berkaca dari Roket China, ke Mana Benda Luar Angkasa yang Jatuh di Bumi Dibuang?


Desain tersebut membuat jatuhnya wahana peluncur menjadi tak terkendali dan sukar diprediksi, papar McDowell.

Halaman:

Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X