Panjang Daftar Tunggu Tempat Tidur Setiap RS India Capai 75 Nama, Dokter Mengaku Hancur

Kompas.com - 08/05/2021, 07:16 WIB
Seorang pria yang menderita penyakit virus corona (Covid-19) dihibur oleh putrinya saat ia menerima perawatan di dalam bangsal korban di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/DANISH SIDDIQUISeorang pria yang menderita penyakit virus corona (Covid-19) dihibur oleh putrinya saat ia menerima perawatan di dalam bangsal korban di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Tenaga medis mengatakan daftar tunggu untuk tempat tidur di seluruh rumah sakit India bisa mencapai 75 orang.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di New Zealand Herald, Dr P Carel Joseph, yang merupakan pakar kesehatan masyarakat dan penyakit menular India, menggambarkan situasi di India bagaikan dalam "kehancuran."

Baca juga: Populer Global: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

Direktur kesehatan untuk organisasi kemanusiaan World Vision India itu memperingatkan, situasinya kemungkinan akan memburuk dalam beberapa minggu mendatang.

"Ini sesuatu yang sangat menyakitkan jiwa sebagai seorang dokter, dan tidak dapat membantu. Anda merasa memiliki segalanya, tetapi Anda tidak dapat melakukan apa-apa," tulis Joseph.

Dia mengakku belum pernah melihat kondisi seperti gelombang kedua Covid-19 India menghantam fasilitas dan tenaga kesehatan di Negara Asia Selatan itu.

"Tempat tidur rumah sakit sekarang memiliki daftar tunggu. Setiap rumah sakit memiliki 75 pasien yang menunggunya. Itu telah menjadi kenyataan selama dua atau tiga minggu terakhir di seluruh India.”

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, kekurangan besar akan ketersediaan oksigen. Kondisi itu terjadi pada rumah sakit di seluruh negeri, semua berteriak meminta oksigen.

“Tempat tidur dengan ventilator adalah impian yang jauh (untuk terealisasi)."

Joseph menambahkan dalam wabah virus besar kedua di negara itu, orang-orang sekarang lebih cepat sakit.

Pasien tidak dapat menerima oksigen karena negara itu menghadapi persediaan yang semakin menipis.

Baca juga: Tsunami Corona India Belum Terkendali, Dikhawatirkan Jadi Ancaman Dunia

Halaman:
Baca tentang

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X