Koran Perancis Ungkap Perusahaan Energi Total “Danai” Junta Militer Myanmar

Kompas.com - 07/05/2021, 22:17 WIB
Pemandangan sebagian dari kilang perusahaan energi asal Perancis, Total, di Grandpuits, sebelah timur Paris, pada 22 Oktober 2010. Kilang tersebut menyediakan bahan bakar untuk dua bandara utama Paris serta depot di luar Paris. AFP PHOTO/THOMAS SAMSONPemandangan sebagian dari kilang perusahaan energi asal Perancis, Total, di Grandpuits, sebelah timur Paris, pada 22 Oktober 2010. Kilang tersebut menyediakan bahan bakar untuk dua bandara utama Paris serta depot di luar Paris.

PARIS, KOMPAS.com – Surat kabar asal Perancis Le Monde mewartakan, perusahaan energi Total membayar junta militer Myanmar dari hasil pendapatannya di ladang gas Myanmar.

Artikel tersebut diterbitkan Le Monde dengan judul, Myanmar: How Total finances the generals through offshore accounts. Jika diterjemahkan kira-kira menjadi Myanmar: Bagaimana Total mendanai para jenderal melalui rekening luar negeri.

Pembayaran tersebut dilakukan melalui wilayah tax haven alias surga pajak sebagaimana dilansir AFP, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Sejak Kudeta, 80 Personel Hengkang dari Angkatan Udara Myanmar

Tax haven adalah yurisdiksi, teritori, atau negara yang memberikan tingkat pajak yang sangat rendah atau tak ada pajak sama sekali.

Setelah Le Monde menerbitkan laporannya tersebut, Total menarik iklannya dari surat kabar itu. Padahal, Total akan beriklan di Le Monde selama beberapa pekan ke depan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Total tidak menanggapi pertanyaan yang diajukan AFP pada Kamis (6/5/2021) tentang keputusannya untuk menarik iklan dari Le Monde.

Total mendapat tekanan dari para aktivis pro-demokrasi untuk berhenti “membiayai” junta militer Myanmar.

Baca juga: Dewan Bisnis AS-ASEAN Berkomitmen Bantu Myanmar Keluar dari Krisis Kudeta

Militer Myanmar mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 1 Februari yang diikuti dengan tindakan brutal terhadap para demonstran.

Le Monde melaporkan, mereka memiliki dokumen yang menunjukkan bahwa Total mengoperasikan pipa gas dari Myanmar ke Thailand melalui joint venture dengan perusahaan Myanmar Oil and Gas Enterprise.

Myanmar Oil and Gas Enterprise merupakan perusahaan minyak dan gas yang dikendalikan militer Myanmar.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

Global
Begini Wujud Robot Pembawa Air Zamzam, biar Jemaah Haji Tak Berdesakan

Begini Wujud Robot Pembawa Air Zamzam, biar Jemaah Haji Tak Berdesakan

Global
Koalisi Berujung Suksesi yang Menangkan PM Baru Israel Naftali Bennett

Koalisi Berujung Suksesi yang Menangkan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Pasokan Lambat, 5 Negara Bagian AS Ini Belum Vaksinasi Separuh Warganya

Pasokan Lambat, 5 Negara Bagian AS Ini Belum Vaksinasi Separuh Warganya

Global
Takut Tak Direstui Orangtua, Pria Ini Sembunyikan Pacarnya Selama 11 Tahun

Takut Tak Direstui Orangtua, Pria Ini Sembunyikan Pacarnya Selama 11 Tahun

Global
7 Fakta dan Kontroversi Naftali Bennett, PM Baru Israel Pengganti Benjamin Netanyahu

7 Fakta dan Kontroversi Naftali Bennett, PM Baru Israel Pengganti Benjamin Netanyahu

Global
Ayah dari Keluarga Terbesar di Dunia Meninggal, Tinggalkan 38 Istri dan 89 Anak

Ayah dari Keluarga Terbesar di Dunia Meninggal, Tinggalkan 38 Istri dan 89 Anak

Global
Bukan Eropa, Suku Selandia Baru Disebut Jadi Penemu Pertama Antartika

Bukan Eropa, Suku Selandia Baru Disebut Jadi Penemu Pertama Antartika

Global
Bintang Baru Berukuran 100 Kali Matahari Berkedip Dekat Bima Sakti

Bintang Baru Berukuran 100 Kali Matahari Berkedip Dekat Bima Sakti

Global
Israel Ganti Pemerintahan, Palestina Sambut dengan Curiga

Israel Ganti Pemerintahan, Palestina Sambut dengan Curiga

Global
Inspirasi Energi: G7 Kembali Berkomitmen untuk Energi Bersih

Inspirasi Energi: G7 Kembali Berkomitmen untuk Energi Bersih

Internasional
Sepak Terjang Benjamin Netanyahu, PM Terlama Israel yang Baru Lengser

Sepak Terjang Benjamin Netanyahu, PM Terlama Israel yang Baru Lengser

Global
Presiden Ukraina Gembira G7 Dukung Negaranya atas Rusia

Presiden Ukraina Gembira G7 Dukung Negaranya atas Rusia

Global
Perusahaan 'Zombie' di Korsel Bertambah pada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Perusahaan "Zombie" di Korsel Bertambah pada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Global
VIDEO: Macet Panjang di India Usai Negara Bagian Cabut Syarat Wajib Tes PCR

VIDEO: Macet Panjang di India Usai Negara Bagian Cabut Syarat Wajib Tes PCR

Global
komentar
Close Ads X