Kompas.com - 07/05/2021, 17:59 WIB
Anggota pasukan Israel membidikkan senjatanya ke arah pendemo Palestina saat aksi protes menentang rencana Israel menganeksasi bagian wilayah pendudukan Tepi Barat, di Kafr Qaddum dekat Nablus, Jumat (3/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/pras/djo ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMAD TOROKMANAnggota pasukan Israel membidikkan senjatanya ke arah pendemo Palestina saat aksi protes menentang rencana Israel menganeksasi bagian wilayah pendudukan Tepi Barat, di Kafr Qaddum dekat Nablus, Jumat (3/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/pras/djo

TEL AVIV, KOMPAS.com – Pasukan keamanan Israel dilaporkan membunuh dua warga Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Selain itu, pasukan keamanan Israel juga melukai seorang lainnya dengan cukup parah. Peristiwa tersebut dilaporkan media Israel pada Jumat (7/5/2021).

Israeli Public Broadcasting Corporation dan media lokal Maariv melaporkan, tiga warga Palestina ditembak setelah mereka menembaki tentara Israel di pos permukiman Salem.

Baca juga: Jenderal Iran Sesumbar Israel Bisa Dikalahkan dengan 1 Pukulan

Polisi Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga orang Palestina menembak di pos yang berada di gerbang Salem.

“Tentara yang ditempatkan di sana menanggapi dengan menembak dan melukai ketiganya,” bunyi pernyataan dari polisi Israel.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pernyataan itu tidak merinci kondisi ketiga warga Palestina itu sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Melansir WAFA News Agency, polisi tidak merilis identitas ketiga korban tersebut.

Baca juga: Pemilu Israel Masih Buntu, Netanyahu Gagal Bentuk Kabinet Baru

Tentara mencegah ambulans Bulan Sabit Merah Palestina mendekati tempat kejadian, memaksanya mundur dengan todongan senjata.

Mereka juga mencegah wartawan melaporkan kejadian tersebut. Mereka menembakkan tabung gas air mata dan peluru karet ke arah mereka.

Militer Israel mengatakan, ketiga warga Palestina tersebut konon berusaha untuk melakukan serangan gabungan.

Tidak ada tentara yang terluka dalam serangan yang dituduhkan itu.

Baca juga: Pemilu Pertama Palestina dalam 15 Tahun Ditunda, Presiden Salahkan Israel

Banyak warga Palestina terluka atau terbunuh dalam insiden serupa dengan dalih dugaan upaya penyerangan.

Israel dibanjiri kritik karena penggunaan kekuatan yang mematikan dan "pembunuhan di luar hukum" terhadap warga Palestina.

Berbagai organisasi hak asasi manusia internasional, Palestina, dan Israel mengecam kebijakan "pembunuhan di luar hukum" Israel terhadap warga Palestina.

Baca juga: Human Rights Watch: Israel Lakukan Kejahatan Apartheid terhadap Warga Palestina


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X