WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sektor swasta Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan demokrasi dan masyrakat sipil Myanmar.
Sejak transisi politik yang terjadi di negara Seribu Pagoda pada 2012, Dewan Bisnis AS-ASEAN beserta para anggota perusahaan, telah mendukung upaya pengembangan kerangka kerja kelembagaan, hukum, dan kebijakan Myanmar, untuk mempromosikan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Dari Pelajar hingga Dokter Latihan Militer dengan Etnis Bersenjata untuk Lawan Junta Myanmar
Namun, kudeta militer 1 Februari telah memberikan kemunduran dari kemajuan politik dan ekonomi yang telah dibuat sebelumnya, serta mengancam masa depan negara.
Namun menurut Dewan Bisnis AS-ASEAN, kepemimpinan AS yang berani dan tegas dapat membuat perbedaan nyata dalam menghadapi krisis kudeta Myanmar.
Saat Amerika Serikat mengkalibrasi ulang kebijakan Myanmar, Dewan Bisnis AS-ASEAN mendesak Presiden Joe Biden untuk menunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar.
Baca juga: Jurnalis Jepang Didakwa Junta Militer Myanmar Sebarkan Berita Bohong
Utusan Khusus AS dapat mengoordinasikan pendekatan strategis yang melibatkan sanksi yang cerdas dan tepat sasaran.
Selain itu, menciptakan ruang untuk dialog yang efektif bersama dengan sekutu yang berpikiran sama, termasuk anggota Quad dan ASEAN.
Administrasi Biden-Harris harus memberdayakan Utusan Khusus ini dengan basis dukungan di kawasan, juga secara cepat mengisi pos Duta Besar AS untuk Singapura, Thailand, dan ASEAN.
Baca juga: Pemerintah Bayangan Myanmar Umumkan Pasukan Pertahanan Rakyat
“Situasi yang terjadi di Myanmar mengancam keruntuhan ekonomi dan membahayakan kehidupan rakyat Myanmar,” kata Alexander Feldman, Ketua, Presiden & CEO Dewan Bisnis AS-ASEAN dalam rilis yang diterima Kompas.com pada Jumat (7/5/2021).
“Pemerintah AS harus sepenuhnya melengkapi dan mengerahkan persenjataan diplomatiknya di ASEAN untuk menghadapi krisis ini, termasuk mengisi pos Duta Besar utama di Asia Tenggara dan menunjuk Utusan Khusus yang berdedikasi untuk Myanmar," terang Feldman.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.