Kompas.com - 06/05/2021, 08:46 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pidato terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Israel dalam memerangi virus corona. Pidato bertempat di Yerusalem, Sabtu (14/3/2020). GALI TIBBON/POOL/EPA-EFEPerdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pidato terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Israel dalam memerangi virus corona. Pidato bertempat di Yerusalem, Sabtu (14/3/2020).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk kabinet baru, sehingga Presiden Reuven Rivlin mulai bertindak.

Rivlin pada Rabu (5/5/2021) bertemu dengan para pemimpin partai untuk mencaritahu, apakah ada anggota parlemen yang dapat membentuk kabinet baru untuk mengakhiri polemik ini.

Partai Likud sayap kanannya Netanyahu menang pemilu pada 23 Maret, dan dia memiliki waktu 28 hari untuk membentuk pemerintahan baru Israel.

Baca juga: Pemilu Israel Tak Ada Pemenangnya, PM Netanyahu Diminta Bentuk Kabinet Baru

Namun, tenggat waktu itu berakhir pada Selaa (4/5/2021) pukul 21.00 GMT dan Netanyahu berkata ke Rivlin bahwa dia tidak dapat memperoleh suara mayoritas di parlemen dengan 120 kursi.

Beberapa pakar politik pada Rabu memperkirakan, Rivlin akan memberi kesempatan pada pemimpin oposisi Yair Lapid, yang partai sentrisnya yaitu Yesh Atid menempati posisi kedua dalam pemilu Maret.

AFP mewartakan, Rivlin kemarin sudah bertemu dengan Lapid dan Naftali Bennett, yang partai Yamina-nya hanya menduduki tujuh kursi di parlemen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hasil Pemilu Israel Buntu, Akankah Netanyahu Lanjutkan Kekuasaannya?

Bennett pernah menjadi sekutu Netanyahu dan menjadi Menteri Pertahanan, tetapi hubungan mereka sekarang buruk.

Bennett pada Senin (3/5/2021) mengatakan, dia akan mencapai kesepakatan dengan Netanyahu tetapi menyiratkan perdana menteri tidak dapat mendirikan koalisi.

Rivlin memberi semua faksi Knesset tenggat waktu hingga 11.00 GMT untuk menyerahkan rekomendasi guna membentuk pemerintahan baru Israel.

Lapid mendapat dukungan dari banyak kubu yang disebut blok perubahan, seperti Partai Buruh sayap kiri, partai Meretz kiri-tengah, dan partai Yisrael Beitenu pimpinan Avigdor Lieberman yang sangat anti-Netanyahu.

Baca juga: AS Kini Tolak Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan, Ini Pernyataan PM Netanyahu


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Tentara Jadi Korban Lawan Taliban, Presiden Afghanistan Copot Menhan dan Mendagri

Banyak Tentara Jadi Korban Lawan Taliban, Presiden Afghanistan Copot Menhan dan Mendagri

Global
Utusan AS untuk Korea Utara Harap Pyongyang Beri Tanggapan Positif

Utusan AS untuk Korea Utara Harap Pyongyang Beri Tanggapan Positif

Global
Festival Daging Anjing di China Bakal Digelar, 5.000 Ekor Dibunuh dalam 10 Hari

Festival Daging Anjing di China Bakal Digelar, 5.000 Ekor Dibunuh dalam 10 Hari

Global
Ditemukan Kasus Covid-19 Pertama di Kalangan Atlet Olimpiade Tokyo

Ditemukan Kasus Covid-19 Pertama di Kalangan Atlet Olimpiade Tokyo

Global
“Armada Hantu” Iran Jual Minyak Pasar Gelap ke China untuk Biayai Program Nuklir Rahasianya

“Armada Hantu” Iran Jual Minyak Pasar Gelap ke China untuk Biayai Program Nuklir Rahasianya

Global
Korban Meninggal Covid-19 Capai 500.000 Orang, Presiden Brasil Dituntut Mundur

Korban Meninggal Covid-19 Capai 500.000 Orang, Presiden Brasil Dituntut Mundur

Global
Ibu Kota Rusia Catat Kasus Covid-19 Baru Tertinggi, Tuan Rumah Euro 2020 Jadi Hotspot

Ibu Kota Rusia Catat Kasus Covid-19 Baru Tertinggi, Tuan Rumah Euro 2020 Jadi Hotspot

Global
Korban Meninggal Covid-19 di Brasil Capai 500.000 Orang, Presiden Tetap Tolak Pembatasan Sosial

Korban Meninggal Covid-19 di Brasil Capai 500.000 Orang, Presiden Tetap Tolak Pembatasan Sosial

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Moskwa, Diundang Rusia Hadiri Konferensi Keamanan

Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Moskwa, Diundang Rusia Hadiri Konferensi Keamanan

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Dua Pemimpin Baru Timur Tengah | China Sindir Barat

KABAR DUNIA SEPEKAN: Dua Pemimpin Baru Timur Tengah | China Sindir Barat

Global
Nasib Lukisan Asli Abad Ke-17 yang Dibuang di Tempat Sampah

Nasib Lukisan Asli Abad Ke-17 yang Dibuang di Tempat Sampah

Global
Pendeta Yahudi Ini Akan Jadi yang Pertama Bergabung dalam Militer Jerman Setelah Era Nazi

Pendeta Yahudi Ini Akan Jadi yang Pertama Bergabung dalam Militer Jerman Setelah Era Nazi

Global
Tabrakan Beruntun di Tol Alabama AS, 9 Anak-anak Tewas

Tabrakan Beruntun di Tol Alabama AS, 9 Anak-anak Tewas

Global
Hilang 4 Hari, Jasad Mahasiswi AS Ditemukan di Rusia

Hilang 4 Hari, Jasad Mahasiswi AS Ditemukan di Rusia

Global
Video Viral Warga Pukuli Petugas Damkar karena Telat Datang Padamkan Api

Video Viral Warga Pukuli Petugas Damkar karena Telat Datang Padamkan Api

Global
komentar
Close Ads X