Kompas.com - 06/05/2021, 01:39 WIB
Eks Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC) pada Minggu (28/2/2021) di Orlando, Florida. AP PHOTO/JOHN RAOUXEks Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC) pada Minggu (28/2/2021) di Orlando, Florida.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Facebook dapat terus memblokir mantan Presiden Donald Trump dari paltformnya dengan melakukan peninjauan dalam waktu 6 bulan.

Dewan Pengawas jaringan sosial pada Rabu (5/5/2021) menyimpulkan bahwa unggahan Trump pada 6 Januari yang memuji para perusuh di Gedung Capitol "sangat melanggar" kebijakan Facebook dan "menciptakan lingkungan yang memungkinkan risiko serius terjadi".

Namun, dewan juga mengkritik Facebook karena telah membuat pemblokiran tanpa batas waktu.

Baca juga: Trump Luncurkan Media Sosial Sendiri, Bisa Dibagikan ke Facebook dan Twitter

Meminta Facebook harus meninjau keputusannya dan memberlakukan tindakan disipliner yang seperti "periode penangguhan yang terikat waktu" atau menonaktifkan akun secara permanen. Menurut dewan itu adalah sanksi yang konsisten dengan kebijakan Facebook.

"Dalam 6 bulan keputusan ini, Facebook harus memeriksa kembali hukuman yang semena-mena pada 7 Januari dan memutuskan hukuman yang sesuai," tulis dewan dalam keputusannya, seperti yang dilansir dari CNN pada Rabu (5/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hukuman ini harus berdasar pada beratnya pelanggaran dan kemungkinan kerugian di masa depan. Itu juga harus konsisten dengan aturan Facebook untuk pelanggaran besar, yang harus jelas, sesuai kebutuhan dan proposional," terangnya.

Baca juga: Donald Trump Lebih Suka Kim Jong Un daripada Presiden Korea Selatan

"Dalam hukuman yang tidak jelas dan tidak sesuai standar, kemudian merujuk pada kasus ini Dewan telah menyimpulkan, Facebook menghindari tanggung jawabnya," ujarnya.

Keputusan itu juga berlaku untuk Instagram milik Facebook tempat Trump memiliki akun. Trump memiliki hampir 60 juta pengikut di Facebook dan Instagram.

Dewan tersebut juga meminta Facebook untuk "melakukan tinjauan komprehensif atas kontribusi potensial Facebook terhadap narasi penipuan pemilu dan ketegangan yang diperburuk yang memuncak dalam kekerasan di Amerika Serikat pada 6 Januari."

Baca juga: Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Nick Clegg, wakil presiden komunikasi Facebook, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Facebook "senang dewan telah mengakui bahwa keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya membenarkan tindakan luar biasa yang kami ambil."

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Global
India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

Global
Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Global
Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Global
Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Global
Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Global
Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Global
WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

Global
Bunuh Ayah Tiri yang Jadi Suaminya karena Diperkosa, Wanita Ini Disidang

Bunuh Ayah Tiri yang Jadi Suaminya karena Diperkosa, Wanita Ini Disidang

Global
Siksa dan Bunuh ART Secara Tidak Manusiawi, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Siksa dan Bunuh ART Secara Tidak Manusiawi, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Global
Kartel Narkoba Meksiko Sinaloa Siksa dan Gantung Mayat Kelompok Rival

Kartel Narkoba Meksiko Sinaloa Siksa dan Gantung Mayat Kelompok Rival

Global
Operasi Kontra-Terorisme JTF 2 Kanada, Totalitas Membantu AS

Operasi Kontra-Terorisme JTF 2 Kanada, Totalitas Membantu AS

Global
PBB Didesak Selidiki Presiden Baru Iran Atas Pembunuhan pada 1980-an

PBB Didesak Selidiki Presiden Baru Iran Atas Pembunuhan pada 1980-an

Global
Tim SWAT Tiba-tiba Lockdown Mall Setelah Terima Laporan Ada Penembak Aktif

Tim SWAT Tiba-tiba Lockdown Mall Setelah Terima Laporan Ada Penembak Aktif

Global
Berawal dari Bertengkar siapa Guru Terbaik, Wanita Ini Bunuh Temannya

Berawal dari Bertengkar siapa Guru Terbaik, Wanita Ini Bunuh Temannya

Global
komentar
Close Ads X