Kecelakaan Kereta Metro Tewaskan 25 Orang, Presiden Meksiko Janji Bakal Menyelidiki

Kompas.com - 05/05/2021, 18:01 WIB
Pekerja penyelamat berdiri di lokasi kecelakaan kereta metro Meksiko, yang jatuh akibat jembatan layangnya ambruk di Mexico City pada Senin malam (3/5/2021). AFP PHOTO/PEDRO PARDOPekerja penyelamat berdiri di lokasi kecelakaan kereta metro Meksiko, yang jatuh akibat jembatan layangnya ambruk di Mexico City pada Senin malam (3/5/2021).

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Presiden Meksiko berjanji bakal menyelidiki kecelakaan kereta metro yang mengakibatkan 25 orang.

Janji itu diucapkan Andres Manuel Lopez Obrador di tengah upaya tim penyelamat mengeluarkan jenazah yang masih terperangkap.

Insiden itu terjadi pada Senin malam waktu setempat (3/5/2021), dengan puluhan penumpang lainnya dilaporkan terluka.

Baca juga: [UPDATE] Kecelakaan Kereta Metro Meksiko, 23 Tewas Puluhan Luka-luka

Kecelakaan kereta metro itu merupakan salah satu yang terburuk di Mexico City. Memunculkan sorotan mengenai konstruksi dan standar perawatannya.

"Penyelidikan mendalam bakal dihelat untuk mengetahui kebenarannya," kata Presiden Lopez Obrador dalam konferensi pers harian.

Dilansir AFP Selasa (4/5/2021), Lopez Obrador menyatakan pakar internasional bakal membantu investigasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Meksiko sejak 1 Desember 2018 itu mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk seluruh korban.

Dia juga menekankan pihaknya tidak bisa langsung berspekulasi tanpa mendapatkan bukti yang memadai.

Jalur metro itu dibangun ketika Marcelo Ebrard, sekutu sang presiden yang kini jadi menteri luar negeri, menjabat wali kota pada 2006-2012.

Baca juga: Video Detik-detik Kereta Metro Meksiko Jatuh dari Jembatan Ambruk, 15 Orang Tewas

Saat disinggung, Ebrard dengan tegas menyatakan menyerahkan urusan penyelidikan kepada pihak berwenang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi, 4 Orang Pernah Dapat Pelatihan Paramiliter di AS

Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi, 4 Orang Pernah Dapat Pelatihan Paramiliter di AS

Global
AS Dibayangi Varian Delta yang Dominasi Kasus Covid-19

AS Dibayangi Varian Delta yang Dominasi Kasus Covid-19

Global
Kepala Delegasi Indonesia untuk G20 Italia Positif Covid-19, 6 Orang Diisolasi

Kepala Delegasi Indonesia untuk G20 Italia Positif Covid-19, 6 Orang Diisolasi

Global
Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan, Sepekan Setelah China Kirim Pesawat Militer

Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan, Sepekan Setelah China Kirim Pesawat Militer

Global
PBB: 50 dari 370 Distrik Afghanistan Telah Dikuasai Taliban

PBB: 50 dari 370 Distrik Afghanistan Telah Dikuasai Taliban

Global
Dituduh Sebarkan Disinformasi, AS Blokir 36 Situs Web Iran

Dituduh Sebarkan Disinformasi, AS Blokir 36 Situs Web Iran

Global
Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Global
Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Global
POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

Global
Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Global
Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Global
Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Global
Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Global
UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

Global
Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Global
komentar
Close Ads X