Kompas.com - 05/05/2021, 14:56 WIB
Mayra Zulfiqar, seorang gadis Inggris berdarah Pakistan yang ditemukan tewas di kota Lahore. Dia disebut ditembak mati setelah menolak menikahi seorang pria. FACEBOOK via Sky NewsMayra Zulfiqar, seorang gadis Inggris berdarah Pakistan yang ditemukan tewas di kota Lahore. Dia disebut ditembak mati setelah menolak menikahi seorang pria.

LAHORE,KOMPAS.com - Seorang gadis Inggris berdarah Pakistan dilaporkan ditembak mati karena menolak menikah dengan seorang pria.

Mayra Zulfiqar ditemukan tewas di Lahore, dengan temannya, Mohammad Nazeer, membeberkan kronologinya kepada polisi.

Nazeer mengungkapkan, Mayra didekati oleh seorang lelaki yang ingin menikahinya, dan mengancam bakal memberi konsekuensi serius jika ditolak.

Baca juga: Aksi Teror Wanita di Perancis Tewas Ditikam, Pelaku Ditembak Mati

Harian Pakistan berbahasa Inggris Dawn memberitakan, ditemukan luka tembak dan bekas penyiksaan di jenazahnya.

Petugas Qasim menuturkan, dari pemeriksaan awal diketahui ada peluru yang bersarang di pundak gadis 25 tahun itu.

Namun kepada The Independent Urdu, Qasim menerangkan mereka masih menunggu hasil otopsi untuk menentukan penyebab pasti kematiannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apakah karena luka tembak ataukah lehernya dicekik," ujar Qasim sebagaimana diberitakan Sky News Selasa (4/5/2021).

Qasim melanjutkan untuk kepentingan penyelidikan, Kepolisian Lahore sudah menangkap dua orang pria.

Mayra tiba di Pakistan dua bulan untuk menghadiri sebuah pernikahan, dan tinggal di rumah sewa bersama teman.

Berdasarkan pemberitaan London Evening Standard, dia diketahui tinggal di Feltham, sebelah selatan London.

Dia merupakan mahasiswi hukum di Universitas Middlesex, dan saat ini bekerja sebagai paralegal,

Kantor Pembangunan Persemakmuran Inggris menyatakan, saat ini mereka tengah mencari informasi dari otoritas setempat.

"Doa kami bersama keluarga yang saat ini berada dalam masa duka," ujar pemerintah Inggris.

Baca juga: Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis


Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal 'Fenomena Udara Tak Dikenal'

Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal "Fenomena Udara Tak Dikenal"

Global
Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Global
7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

Global
Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Global
Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Global
Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Global
Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Global
Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Global
Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Global
Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Global
Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Global
Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Global
Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Global
Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Global
Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Global
komentar
Close Ads X