Covid-19 India: Mengerikannya Kondisi dalam Rumah Sakit Membuat Banyak Pasien Ingin Keluar meski Masih Sakit

Kompas.com - 04/05/2021, 06:32 WIB
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) merawat pasien positif Covid-19 di dalam ruang pertemuan yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 28/4/2021. AFP PHOTO/PRAKASH SINGHPetugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) merawat pasien positif Covid-19 di dalam ruang pertemuan yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 28/4/2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Ketika kasus virus corona meningkat di India, sistem perawatan kesehatan negara itu telah kelebihan beban.

Pasokan tempat tidur, oksigen, dan tenaga medis terbatas. Beberapa pasien Covid-19 meninggal di ruang tunggu atau di luar klinik yang kewalahan, bahkan sebelum mereka sempat diperiksa oleh dokter.

Hanya beberapa pasien Covid-19 yang berhasil dirawat di rumah sakit India yang sudah kritis.

Tapi begitu masuk, beberapa menghadapi jenis teror yang berbeda. Tidak ada perawatan medis atau persediaan yang cukup, hanya orang mati terlihat di sekitar.

Baca juga: [Populer Global] Covid-19 Malaysia Memburuk Pasien ICU Menumpuk | Pasien India Meninggal Setelah Beri Oksigen ke Pasien VIP


Kondisi mengerikan itu diceritakan Goldi Patel (25 tahun). Selama tiga hari, dia pergi dari rumah sakit ke rumah sakit di musim panas yang menyengat di New Delhi.

Dengan panik, dia mencoba menemukan satu rumah sakit yang bisa membuat suaminya tetap bernapas.

Empat rumah sakit menolak Patel, yang sedang hamil tujuh bulan dengan anak pertama pasangan itu, sebelum akhirnya menemukan satu yang bisa merawat suaminya.

Tetapi tingkat perawatan di Pusat Perawatan dan Rumah Sakit Sardar Patel Covid, fasilitas pandemi darurat di pinggiran ibu kota, sangat kurang sehingga suaminya memohon untuk pergi.

Kepada CNN dia menceritakan kengerian di dalam rumah sakit. Di sekitar Sadanand Patel (30 tahun), orang sekarat. Dia hampir tidak memiliki kontak dengan dokter, dan obat-obatan terbatas.

Dengan 80 persen paru-parunya sudah terinfeksi, dia takut dengan apa yang terjadi jika kondisinya semakin parah.

Halaman:
Baca tentang

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X