Mengukur Kekuatan Al-Qaeda, Satu Dekade Setelah Tewasnya Osama bin Laden

Kompas.com - 03/05/2021, 14:35 WIB
Foto sebuah surat kabar tertanggal 08 November 2001 menunjukkan Osama bin Laden (kiri) duduk bersama wakilnya Ayman al-Zawahiri (kanan) di tempat persembunyian di lokasi yang dirahasiakan di Afghanistan. DW INDONESIAFoto sebuah surat kabar tertanggal 08 November 2001 menunjukkan Osama bin Laden (kiri) duduk bersama wakilnya Ayman al-Zawahiri (kanan) di tempat persembunyian di lokasi yang dirahasiakan di Afghanistan.

KOMPAS.com - Sepuluh tahun setelah Osama bin Laden tewas, organisasi Al-Qaeda yang ia dirikan kini dinilai tidak lagi segarang jaringan teror yang telah menyerang Amerika Serikat (AS) pada 11 September 2001 silam.

Namun Al-Qaeda tetap menjadi ancaman meski kini memiliki struktur kepemimpinan yang sangat berbeda.

Baca juga: 10 Tahun Pembunuhan Osama bin Laden dan Kronologi Invasi AS ke Afghanistan

Setelah terbunuh di Pakistan oleh pasukan khusus AS, posisi bin Laden sebagai pemimpin Al-Qaeda digantikan oleh seorang asal Mesir bernama Ayman al-Zawahiri yang dinilai kurang kharismatik.

Selama itu pula Zawahiri harus tiarap. Kemungkinan besar ia berada di sekitar perbatasan Afghanistan-Pakistan, di tengah spekulasi apakah dia masih hidup atau tidak. Sementara Al-Qaeda sekarang telah bermutasi menjadi sesuatu yang sangat berbeda.

"AQ (Al-Qaeda) pusat adalah bayangan dari dirinya yang dulu," kata Barak Mendelsohn, pakar terorisme di Haverford College di Pennsylvania.

"Keberhasilan terbesar Zawahiri adalah mempertahankan Al-Qaeda tetap hidup," sambung Mendelsohn.

Baca juga: 10 Tahun Pembunuhan Osama bin Laden dan Tentangan Joe Biden

Saat AS memburu bin Laden

Pada hari-hari setelah serangan teror 11 September 2001 di AS, misi negara tersebut tampak jelas: memburu dan menghukum para pelakunya.

AS pun memutuskan bahwa Al-Qaeda dan pemimpinnya, Osama bin Laden, telah merencanakan serangan ini dari Afghanistan, dilindungi oleh para penguasa Taliban yang radikal.

Saat itu, Taliban adalah pemerintahan yang telah dijatuhi sanksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dikucilkan oleh Barat karena menginterpretasi hukum Islam secara keras.

Baca juga: [Biografi Tokoh Dunia] Osama bin Laden, Ekstremis Pendiri Al-Qaeda

Sebelum peristiwa 9/11, AS sebenarnya telah mengawasi Afghanistan dari kejauhan, kadang-kadang meminta Taliban untuk menyerahkan bin Laden.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X