Corona di India Renggut Banyak Nyawa, Badan Industri Pun Desak Pembatasan Ekonomi

Kompas.com - 03/05/2021, 05:43 WIB
Orang-orang melakukan ritual di samping tumpukan kayu pemakaman anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19 di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban Covid-19 di New Delhi, India, Sabtu, 24 April 2021. AP PHOTO/ALTAF QADRIOrang-orang melakukan ritual di samping tumpukan kayu pemakaman anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19 di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban Covid-19 di New Delhi, India, Sabtu, 24 April 2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Sebuah badan industri terkemuka di India mendesak pihak berwenang untuk membatasi aktivitas ekonomi guna menekan penyebaran Covid-19.

Presiden Confederation of Indian Industry (CII) Uday Kotak mengatakan, diperlukan respons tertinggi untuk memutus penyebaran Covid-19 di India yang masif.

Melansir Reuters, Minggu (2/4/2021), India melaporkan 392.488 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam, menjadikan total kasus di negara tersebut tercatat 19,56 juta.

Baca juga: AS: Covid-19 di India Makin Parah, Lockdown Harus Segera Dilakukan

Angka kematian dalam 24 jam terakhir dilaporkan 3.689 jiwa, sehingga total korban meninggal akibat virus corona di India sebanyak 215.542 jiwa.

Direktur Pelaksana Kotak Mahindra Bank tersebut menambahkan, rumah sakit telah terisi penuh, pasokan oksigen medis menipis, dan kamar mayat serta krematorium kewalahan.

"Pada titik kritis ketika jumlah korban jiwa meningkat, CII mendesak langkah-langkah nasional terkuat termasuk membatasi kegiatan ekonomi untuk mengurangi penderitaan," kata Kotak.

Namun, pemerintah Perdana Menteri India Narendra Modi enggan memberlakukan lockdown karena khawatir tentang dampak ekonomi dari penutupan ekonomi.

Baca juga: Kerja Berat Penggali Makam Covid-19 India: Shift 24 Jam dan Tak Bisa Puasa

Di sisi lain, setidaknya 11 negara bagian dan wilayah persatuan telah memberlakukan berbagai bentuk pembatasan sosial.

Surat kabar Indian Express melaporkan pada Minggu bahwa gugus tugas Covid-19 di India bahkan telah menyarankan pemerintah pusat untuk memberlakukan lockdown nasional.

Negara bagian Odisha dan negara bagian Haryana menjadi wilayah terbaru yang mengumumkan lockdown pada Minggu, bergabung dengan Delhi, Maharashtra, Karnataka, dan West Bengal.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X