Covid-19 Tak Pandang Bulu, Cerita Keluarga Mapan India Cari 15 RS Sebelum Ibunya Meninggal

Kompas.com - 02/05/2021, 17:53 WIB
Keluarga korban yang meninggal karena Covid-19 dihibur oleh orang lain selama kremasi di Jammu, India, Minggu (25/4/2021). AP PHOTO/CHANNI ANANDKeluarga korban yang meninggal karena Covid-19 dihibur oleh orang lain selama kremasi di Jammu, India, Minggu (25/4/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Tidak seperti jutaan orang India yang berjuang untuk mendapatkan uang guna mendapatkan pengobatan bagi virus corona yang mematikan, Savita Oberoi bukanlah orang miskin atau tidak berdaya.

Meski begitu, status keluarga kelas menengah atas yang dimilikinya ternyata tetap tidak bisa menyelamatkannya dari krisis Covid-19 India.

Baca juga: Krisis Covid-19 India Menjalar, Nepal Mulai Kehabisan Tempat di Rumah Sakit

Al Jazeera mewartakan pada Minggu (2/5/2021), keluarga Oberoi tidak dapat menemukan tempat tidur rumah sakit atau oksigen tepat waktu. Sampai akhirnya, wanita berusia 61 tahun itu harus kehilangan nyawa karena Covid-19 bulan ini.

“Kami mengetuk setidaknya 15 pintu rumah sakit, mengetuk semua jaringan dan kontak kami untuk mengatur perawatan bagi ibu saya,” kata putri Oberoi, Vandana Paliwal, (38 tahun) seorang guru sekolah di Delhi Barat.

“Kami akhirnya mendapatkan tempat tidur setelah berhari-hari mencoba - itu juga, melalui kontak yang mengetahui manajemen rumah sakit.”

Tapi usaha itu sudah terlalu terlambat. Dalam beberapa jam, Oberoi meninggal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rumah sakit menelepon keluarga tersebut di tengah malam untuk memberitahu mereka bahwa ibunya telah meninggal.

“Yang bisa saya katakan adalah bahwa orang India tidak sekarat karena Covid-19, mereka sekarat karena tidak mendapatkan perawatan tepat waktu. Ada perbedaan besar. Saya sudah kehilangan ayah saya; dan sekarang kehilangan ibu juga merupakan pukulan ganda bagi saya,” kata Paliwal.

Terlepas dari status keuangan keluarga yang mapan, Paliwal menceritakan bagaimana mereka harus berjuang menggunakan segala cara untuk mendapatkan perawatan bagi ibunya.

“Bayangkan penderitaan orang miskin,” tambahnya.

Baca juga: 4 Hoaks Pengobatan Covid-19 di India dan Fakta Sebenarnya

Halaman:
Baca tentang

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 WNI Selamat dari Kebakaran Rumah Australia yang Tewaskan 2 Orang

2 WNI Selamat dari Kebakaran Rumah Australia yang Tewaskan 2 Orang

Global
Telat Shalat Subuh, Arab Saudi Pecat Petugas Masjid Nabawi

Telat Shalat Subuh, Arab Saudi Pecat Petugas Masjid Nabawi

Global
Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

Global
Duterte Tolak Penyelidikan Internasional soal Korban Tewas dalam Perang Anti-narkoba

Duterte Tolak Penyelidikan Internasional soal Korban Tewas dalam Perang Anti-narkoba

Global
Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Global
Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Global
Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Internasional
Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Global
Video Mobil Tenggelam dalam Lubang yang Muncul Saat Hujan Lebat di Mumbai

Video Mobil Tenggelam dalam Lubang yang Muncul Saat Hujan Lebat di Mumbai

Global
Viral Video 2016 Perlihatkan Perusahaan Jepang Minta Maaf karena Naikkan Harga Es Krim

Viral Video 2016 Perlihatkan Perusahaan Jepang Minta Maaf karena Naikkan Harga Es Krim

Global
Presiden Ukraina Ngotot Ingin Bertemu Biden, Bahas Keanggotaan NATO

Presiden Ukraina Ngotot Ingin Bertemu Biden, Bahas Keanggotaan NATO

Global
Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa atas Aksi Terorisme

Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa atas Aksi Terorisme

Global
Kuburan Massal Berisi 123 Korban ISIS Terungkap 2 Tahun setelah Kekalahan Kelompok Itu

Kuburan Massal Berisi 123 Korban ISIS Terungkap 2 Tahun setelah Kekalahan Kelompok Itu

Global
Hindari Lockdown, Pegawai Microsoft Sempat Harus Tidur di Pusat Data

Hindari Lockdown, Pegawai Microsoft Sempat Harus Tidur di Pusat Data

Global
Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Global
komentar
Close Ads X