Cap Besi Panas di Tubuh Pasien Covid-19 India, Warga Desa Pilih ke Dukun Dulu Berharap “Usir Setan”

Kompas.com - 30/04/2021, 11:13 WIB
Seorang perempuan berduka dengan anak lelakinya setelah suaminya meninggal dunia akibat penyakit virus corona (Covid-19) di luar kamar mayat rumah sakit Covid-19 di Ahmedabad, India, Selasa (20/4/2021). India dihantam kengerian dengan lonjakan kasus Covid-19 mencetak rekor tertinggi dunia melampaui 17 juta kasus. REUTERS/AMIT DAVESeorang perempuan berduka dengan anak lelakinya setelah suaminya meninggal dunia akibat penyakit virus corona (Covid-19) di luar kamar mayat rumah sakit Covid-19 di Ahmedabad, India, Selasa (20/4/2021). India dihantam kengerian dengan lonjakan kasus Covid-19 mencetak rekor tertinggi dunia melampaui 17 juta kasus.

Pasokan vaksin kosong

Kota-kota dan negara bagian telah bergegas untuk melakukan tindakan penguncian baru ketika krisis memburuk.

Tetapi India, masih membuka pembicaraan tentang lockdown nasional lainnya. Sedangkan Perdana Menteri India Narendra Modi, beberapa minggu lalu sudah menyatakan “kemenangan” atas virus.

Sebaliknya, tampaknya strategi pemerintah India adalah mencoba melakukan vaksinasi sebanyak mungkin sebagai jalan keluar dari krisis. Pemerintah mengizinkan semua orang yang berusia di atas 18 tahun untuk memesan vaksin melalui situs web mulai Rabu (28/4/2021).

Namun situs tersebut berulang kali “down” karena menerima 250.000 klik per menit. Sementara pertanyaan diajukan tentang seberapa cepat India dapat menghasilkan cukup banyak dosis untuk menutupi 1,4 miliar populasinya.

Pada Kamis (29/4/2021), Menteri kesehatan Delhi Satyendar Jain, memperingatkan bahwa pihaknya “tidak memiliki sisa vaksin,” dan belum diberi jadwal kapan lebih banyak vaksin covid-19 kemungkinan akan dikirimkan.

“Kami tidak memiliki vaksin sampai sekarang. Kami sudah mengajukan permintaan ke perusahaan terkait vaksin, kami akan beritahu Anda kapan itu datang,” katanya melansir Daily Mail.

Baca juga: India Tetap Langsungkan Pemilu Saat Lonjakan Covid-19 Belum Terkendali

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampai lockdown memperlambat infeksi atau cukup banyak orang yang divaksinasi untuk menghentikan penyebaran virus, kecil kemungkinan krisis India akan mereda.

Ledakan infeksi, yang sebagian disebabkan oleh varian virus baru serta peristiwa politik dan keagamaan massal, telah membanjiri rumah sakit dengan kekurangan tempat tidur, obat-obatan, dan oksigen yang parah.

Meskipun aksi unjuk rasa disalahkan sebagai salah satu penyebab infeksi, India terus maju dengan pemilihan negara bagian.

Orang-orang memasuki ke tempat pemungutan suara dengan sedikit memikirkan jarak sosial. Beberapa memakai topeng tetapi yang lain menggantung longgar di dagu atau di telinga mereka.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.