Tsunami Covid-19 di India: Kami Bisa Terpaksa Membakar Mayat di Jalanan

Kompas.com - 30/04/2021, 02:51 WIB
Warga mengkremasi jenazah yang meninggal dunia akibat penyakit virus corona (Covid-19) di sebuah krematorium di New Delhi, India, Sabtu (24/4/2021). India dihantam kengerian dengan lonjakan kasus Covid-19 mencetak rekor tertinggi dunia melampaui 17 juta kasus. REUTERS/DANISH SIDDIQUIWarga mengkremasi jenazah yang meninggal dunia akibat penyakit virus corona (Covid-19) di sebuah krematorium di New Delhi, India, Sabtu (24/4/2021). India dihantam kengerian dengan lonjakan kasus Covid-19 mencetak rekor tertinggi dunia melampaui 17 juta kasus.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Krisis Covid-19 di India semakin buruk. Penambahan ratusan ribu kasus harian berimbas pada melonjaknya angka kematian.

Akibatnya, krematorium tidak sanggup menampung semua jenazah.

Krematorium kehabisan tempat untuk melakukan kremasi, membuat banyak orang harus mengantre demi memberi penguburan yang layak untuk anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Update Covid-19: AS Minta Warganya Segera Keluar dari India

"Awalnya kami diminta membangun 24 perapian tambahan, lalu meningkat menjadi 50 perapian," kata pekerja krematorium, Jitender Singh Shunty, seperti yang dilansir dari BBC Indonesia pada Kamis (29/4/2021).

"Ada begitu banyak jenazah dan kami mulai kehabisan kayu bakar. Situasisnya sangat buruk. Jika situasinya terus begni hingga beberapa hari ke depan, kami terpaksa membakar mayat di jalanan," lanjutnya.

Banyak kremasi yang harus dilakukan membuat para pekerja nyaris tidak bisa beristirahat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya belum pernah melihat situasi yang begitu mengerikan seperti ini. Saya tidak percaya ini terjadi di Delhi, ibu kota India," kata relawan krematorium, Charanjeev Malhotra.

Baca juga: India Tetap Langsungkan Pemilu Saat Lonjakan Covid-19 Belum Terkendali

"Banyak pasien Covid-19 yang meninggal karena tidak mendapatkan oksigen dan jenazah mereka dibiarkan tergeletak begitu saja seperti hewan. Kami tidak memiliki sumber daya untuk mengkremasi mereka semua," terangnya.

Rumah sakit di India mulai kehabisan oksigen dan meminta keluarga mencari oksigen secara mandiri.

"Tidak ada yang membantu. Kami harus berlari ke sana kemari mencari ventilator dan oksigen," ungkap keluarga pasien Covid-19 di India, Nitish Kumar.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

G7 Bahas Agenda Lawan Pengaruh China

G7 Bahas Agenda Lawan Pengaruh China

Global
Pernah Pacaran dengan Bos Kartel Narkoba, Wanita Ini Ditembak Mati

Pernah Pacaran dengan Bos Kartel Narkoba, Wanita Ini Ditembak Mati

Global
Viral di Internet, Gerakan Anti-junta Militer Myanmar Dukung Rohingya

Viral di Internet, Gerakan Anti-junta Militer Myanmar Dukung Rohingya

Global
Oda Nobunaga: Panglima Perang Kejam yang Berambisi Menyatukan Jepang

Oda Nobunaga: Panglima Perang Kejam yang Berambisi Menyatukan Jepang

Internasional
Bagaimana PM Israel Benjamin Netanyahu Mengalami Kejatuhannya

Bagaimana PM Israel Benjamin Netanyahu Mengalami Kejatuhannya

Global
Israel Punya Perdana Menteri Baru, Hamas Tegaskan Terus Melawan

Israel Punya Perdana Menteri Baru, Hamas Tegaskan Terus Melawan

Global
Resmi Dilengserkan sebagai PM Israel, Ini Serangan Benjamin Netanyahu

Resmi Dilengserkan sebagai PM Israel, Ini Serangan Benjamin Netanyahu

Global
Profil Naftali Bennett, Perdana Menteri Israel yang Baru, Kerap Serukan Caplok Tepi Barat

Profil Naftali Bennett, Perdana Menteri Israel yang Baru, Kerap Serukan Caplok Tepi Barat

Global
Naftali Bennett Jadi Perdana Menteri Israel Baru, Joe Biden Ucapkan Selamat

Naftali Bennett Jadi Perdana Menteri Israel Baru, Joe Biden Ucapkan Selamat

Global
Benjamin Netanyahu Resmi Dilengserkan dari Kursi PM Israel, Ini Penggantinya

Benjamin Netanyahu Resmi Dilengserkan dari Kursi PM Israel, Ini Penggantinya

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: China Dicurigai Produksi Senjata Biologis | Wanita Sembunyi di Rumah Pacarnya Selama 10 Tahun

KABAR DUNIA SEPEKAN: China Dicurigai Produksi Senjata Biologis | Wanita Sembunyi di Rumah Pacarnya Selama 10 Tahun

Global
Ratu Elizabeth II Tidak Akan Tinggal Diam Kesalahpahaman Beredar Soal Pangeran Harry dan Meghan

Ratu Elizabeth II Tidak Akan Tinggal Diam Kesalahpahaman Beredar Soal Pangeran Harry dan Meghan

Global
Hari Ini Dalam Sejarah: AS Larang Pengiriman Bayi Lewat Jasa Kantor Pos

Hari Ini Dalam Sejarah: AS Larang Pengiriman Bayi Lewat Jasa Kantor Pos

Global
Total Pasien Covid-19 Meninggal 2021 Lampaui Jumlah Tahun 2020

Total Pasien Covid-19 Meninggal 2021 Lampaui Jumlah Tahun 2020

Global
Pegawai RS yang Curi Kartu ATM Pasien Meninggal, Menolak Minta Maaf

Pegawai RS yang Curi Kartu ATM Pasien Meninggal, Menolak Minta Maaf

Global
komentar
Close Ads X