Sakit Hati atas Insiden Sofagate Turki, Presiden Komisi Eropa: Itu Terjadi karena Saya Wanita

Kompas.com - 27/04/2021, 10:38 WIB
Tangkapan layar video yang menunjukkan momen  Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (paling kiri) tidak disediakan tempat duduk saat bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara, Turki, pada Rabu (7/4/2021). AFP via THE SUNTangkapan layar video yang menunjukkan momen Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (paling kiri) tidak disediakan tempat duduk saat bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara, Turki, pada Rabu (7/4/2021).

BRUSSELS, KOMPAS.com - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Senin (26/4/2021) mengatakan, insiden Sofagate adalah penanda Uni Eropa harus mengatasi seksisme.

Sofagate merupakan sebutan untuk peristiwa ketika von der Leyen tidak mendapat kursi saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, padahal kepala Dewan Eropa Charles Michel kebagian tempat duduk utama.

"Saya merasa sakit hati dan saya merasa sendirian sebagai wanita, dan sebagai orang Eropa," kata von der Leyen kepada anggota parlemen, dikutip dari AFP.

Baca juga: Momen Canggung, Presiden Komisi Eropa Tak Dapat Kursi saat Kunjungi Erdogan

Di Parlemen Eropa von der Leyen berkata, dia tidak melihat adanya alasan kenapa harus diperlakukan berbeda dengan Charles Michel.

Michel mendapat kursi di sebelah Erdogan di depan bendera Uni Eropa dan Turki, sedangkan von der Leyen duduk di soda yang agak jauh.

"Saya wanita pertama yang menjadi Presiden Komisi Eropa. Saya adalah Presiden Komisi Eropa," katanya jelang debat parlemen tentang hubungan Uni Eropa dan Turki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan itu adalah perlakuan yang saya harapkan ketika mengunjungi Turki dua minggu lalu, sebagai presiden komisi, tetapi saya tidak mendapatkannya."

Baca juga: Presiden Komisi Eropa Tak Diberi Kursi saat Kunjungi Erdogan, Benua Biru Tanggapi dengan Serius

"Saya tidak dapat menemukan pembenaran untuk apa yang saya perlakukan dalam perjanjian Eropa."

"Jadi saya harus menyimpulkan itu terjadi karena saya seorang wanita."

Tak lama setelah pertemuan di Ankara awal bulan ini, beberapa pejabat Eropa menekankan bahwa Michel adalah senior Ursula von der Leyen dalam hierarki diplomatik.

Namun Presiden Komisi Eropa itu menjelaskan, dia berharap diperlakukan setara dengan sesama ketua Uni Eropa.

von der Leyen pun menerangkan, penghormatan terhadap hak-hak perempuan tidak hanya harus menjadi prasyarat untuk dimulainya kembali dialog dengan Turki, tetapi Eropa sendiri juga harus berbuat lebih baik di bidang ini.

Baca juga: Ketua Komisi Eropa Tak Dapat Kursi Saat Bertemu Erdogan, Turki Enggan Disalahkan


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.