YANGON, KOMPAS.com - Para pengunjuk rasa di kota terbesar Myanmar melawan potensi kekerasan oleh pasukan keamanan pada Senin (26/4/2021), dan menentang kudeta militer Februari.
Mereka menunjukkan tekad untuk melanjutkan perlawanan, hanya dua hari setelah para pemimpin Asia Tenggara bertemu untuk mengatasi krisis negara anggotanya itu dalam KTT ASEAN di Jakarta pada Sabtu (24/4/2021).
Baca juga: Media Asing Sorot Hasil KTT ASEAN untuk Konflik Myanmar di Jakarta
Kelompok yang sebagian besar orang muda ini membanjiri jalan-jalan di lingkungan Yangon.
Mereka membawa spanduk dan mengacungkan salam tiga jari yang diadopsi oleh gerakan tersebut sebagai simbol perjuangannya.
Demonstrasi terus berlanjut di banyak bagian negara itu sejak KTT ASEAN akhir pekan lalu. Di saat yang sama, perlakuan keras seperti penangkapan dan pemukulan oleh pasukan keamanan masih ada.
Padahal ada kesepakatan yang jelas dari pemimpin junta Jenderal Senior Min Aung Hlaing untuk mengakhiri kekerasan, dalam pertemuan tersebut.
Lebih dari 700 pengunjuk rasa dan pengamat telah dibunuh oleh pasukan keamanan sejak kudeta 1 Februari, menurut beberapa lembaga kemanusiaan. Angka junta sendiri kira-kira sepertiga dari itu.
Junta militer juga memgklaim tidak menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, untuk meletakkan apa yang digambarkannya sebagai kerusuhan.
Setelah meneriakkan penolakan mereka terhadap junta dan mendengarkan pidato, para pengunjuk rasa dengan cepat berpencar untuk menghindari konfrontasi dengan polisi atau tentara.
Baca juga: Obama: Kekerasan di Myanmar Memilukan, Para Jenderal Harus “Bayar” Perbuatannya
Dalam protes Senin (26/4/2021) dan melalui media online, banyak yang menyatakan ketidakpuasan dengan hasil pertemuan ASEAN di Jakarta, terutama kurangnya permintaan untuk pembebasan tahanan politik.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.