Kompas.com - 26/04/2021, 21:08 WIB
Para pengunjuk rasa memegang poster dengan gambar pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi, selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw, Myanmar, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer. AFP/STRPara pengunjuk rasa memegang poster dengan gambar pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi, selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw, Myanmar, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Junta militer Myanmar kembali menunda proses pengadilan terhadap pemimpin yang digulingkan Aung San Suu Kyi yang sedianya berlangsung Senin (26/4/2021).

Hal itu diungkapkan oleh pengacara Suu Kyi, Min Min Soe, ketika mereka memperjuangkan izin untuk mengunjunginya setelah dia ditahan selama 12 pekan.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan peraih Nobel itu dalam kudeta 1 Februari.

Baca juga: Militer Myanmar Jatuhkan Dakwaan Pidana Baru untuk Aung San Suu Kyi

Kudeta tersebut mendorong negara itu kembali ke pemerintahan junta militer setelah sempat mencicipi demokrasi sebagaimana dilansir AFP.

Sebagian besar Rakyat turun ke jalan sebagai protes. Namun, pasukan keamanan Myanmar tak segan melancarkan kekerasan untuk memadamkan unjuk rasa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Suu Kyi masih menjalani tahanan rumah dan junta menuntutnya di bawah enam kasus.

Tetapi, Min Min Soe menuturukan bahwa pergerakan kasusnya sekali lagi ditunda hingga 10 Mei.

12 pekan sejak Suu Kyi ditahan, Min Min Soe mengatakan mereka masih belum menerima izin untuk bertemu klien mereka secara.

Baca juga: Militer Myanmar Tambah Dakwaan Suap Kepada Aung San Suu Kyi, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

"Ketika hakim bertanya (kepada polisi) tahap mana yang telah mereka capai, mereka menjawab bahwa mereka tidak bisa memberi tahu secara spesifik," katanya kepada AFP.

Dia menambahkan, Suu Kyi pasti merasa frustrasi dengan lambatnya perkembangan kasusnya.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X