Update Lonjakan Covid-19 India: Krematorium Darurat Tersebar di Seluruh Negara

Kompas.com - 26/04/2021, 18:08 WIB
Kerabat memakai alat pelindung diri (APD) saat menghadiri pemakaman seorang pria, yang meninggal akibat terinfeksi virus corona (COVID-19), di sebuah krematorium di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDIKerabat memakai alat pelindung diri (APD) saat menghadiri pemakaman seorang pria, yang meninggal akibat terinfeksi virus corona (COVID-19), di sebuah krematorium di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com - India terus dilanda gelombang besar infeksi virus corona dan kematian akibat Covid-19. Warga putus asa karena langkanya pasokan oksigen sementara api dari pembakaran jenazah terus berkobar.

Angka terbaru corona yang dilaporkan India termasuk 349.691 kasus baru yang terkonfirmasi selama satu hari terakhir, sehingga total kasus di negara itu menjadi lebih dari 16,9 juta, menjadikannya yang kedua terbesar setelah Amerika.

Kementerian Kesehatan India melaporkan 2.767 kematian lainnya dalam 24 jam terakhir, menambah kematian akibat Covid-19 di India menjadi 192.311.

Baca juga: Covid-19 di India Mengganas, Krematorium Kehabisan Tempat Bakar Jenazah

Para ahli mengatakan jumlah kematian mungkin banyak yang tidak terhitung, karena tidak termasuk kasus yang dicuriga, dan banyak kematian akibat infeksi tersebut dikaitkan dengan penyakit yang sebelumnya diderita.

Video dari kantor penyiaran Inggris Sky News menunjukkan penduduk New Delhi yang putus asa mengantre untuk mendapat tabung oksigen guna membantu warga yang menderita Covid.

Seorang penduduk New Delhi yang mengantre bersama warga lainnya bahkan bersedia membayar berapa pun untuk mendapat oksigen. "Berapa pun yang diminta petugas, saya akan membayarnya. Saya tidak tahu berapa yang akan diminta petugas. Kalau nomor antrean saya dipanggil berapa pun diminta, saya akan membayarnya,"

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Krisis yang terjadi di India tampak jelas pada gambar-gambar di kuburan dan krematorium di negara itu, dan gambar pasien yang terengah-engah dan sekarat dalam perjalanan ke rumah sakit karena kekurangan oksigen.

Arvind Kejriwal, Menteri Utama di New Delhi mengatakan, "Situasinya sangat mengkhawatirkan, semua orang bekerja sama secara kolektif, saya berharap kita akan segera terbebas dari malapetaka ini."

Rekaman dari laporan Sky News menunjukkan kompleks olahraga di New Delhi, yang diubah untuk membantu kekurangan rumah sakit dan dikatakan memiliki 900 tempat tidur, tapi fasilitas itu ditutup hanya beberapa hari setelah dibuka.

Baca juga: Corona India Hari Ini: Pemerintah Hapus Twit Kritikus, Picu Amarah Netizen

Sekarang di luar rumah sakit ada tanda bertuliskan: "Tempat tidur yang dilengkapi Oksigen tidak tersedia".

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X